
Gubernur Papua minta keterlibatan masyarakat adat di saham PT PDM

Jayapura (ANTARA) - Gubernur Papua Matius D Fakhiri meminta masyarakat adat dilibatkan dalam pengelolaan saham PT Papua Divestasi Mandiri (PDM) dengan begitu bisa menjadi sumber pendapatan bagi pembangunan kampung.
"Keberadaan saham PT Papua Divestasi Mandiri ini penting dilakukan secara transparan dan melibatkan masyarakat adat karena bisa memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah," katanya di Jayapura, Senin.
Ia mengatakan PT Papua Divestasi Mandiri perlu melibatkan masyarakat adat, khususnya di kampung-kampung, guna mengelola dan menikmati hasil investasi tersebut.
"Kami berharap masyarakat adat juga terlibat dalam pengelolaan saham PT Papua Divestasi Mandiri, sehingga nantinya dapat menjadi sumber pendapatan untuk pembangunan kampung,” ujarnya.
Dia menjelaskan keterlibatan masyarakat adat juga bentuk penghargaan terhadap hak-hak masyarakat asli Papua atas sumber daya alam yang ada di daerah mereka.
"Dengan demikian, hasil pengelolaan saham dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," katanya.
Pemprov Papua bakal terus mendorong pengelolaan saham divestasi dilakukan secara transparan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Papua.
"Pada Minggu (10/5) kami bertemu dengan Honai Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) Tsingwarop di mana dalam pertemuan tersebut menerima aspirasi terkait hak dalam pengelolaan saham dan pembangunan di wilayah tambang," ujarnya.
Dia mengaku menghormati perjuangan panjang masyarakat adat selama ini sebagai pemilik hak sulung di wilayah Nemangkawi.
"Oleh sebab itu kami berharap keberadaan saham Freeport dapat terus membawa kesejahteraan bagi masyarakat adat dan dipakai untuk membangun kampung serta masa depan anak-anak Papua," katanya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
