Anggota DPRP kembali soroti keberadaan galangan kapal di tengah hutan Nabire
Jumat, 26 Juli 2019 20:11 WIB
Lokasi galangan kapal di KM 102 Siriwo, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, Papua yang ditutupi seng. Galangan kapal itu sempat viral di media sosial yang terletak di tengah hutan Kabupaten Nabire. (ANTARA News Papua/Alfian Rumagit)
Jayapura (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) John NR Gobay kembali menyoroti keberadaan galangan kapal di tengah hutan Kabupaten Nabire, yang penanganannya terkesan tertutup.
"Potensi emas di perut bumi di Kabupaten Nabire ternyata menggiurkan. Buktinya, WNA asal Cina ikut melakukan penambangan emas di wilayah Siriwo Kilo Meter 102, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua itu, yang viral di media sosial karena ada kapal di tengah hutan," katanya di Kota Jayapura, Jumat.
Menurut dia, patut diduga telah terjadi aksi penambangan yang dilakukan secara ilegal. "Mereka bahkan membuat kapal keruk raksasa di pesisir Kali Siriwo. Hingga mereka leluasa menyedot emas dari dalam Kali Siriwo. Diduga keras tidak memiliki izin dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)," katanya.
John yang merupakan anggota Komisi II DPRP dari jalur kursi pengangkatan Otsus itu meminta agar penegak hukum di Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua untuk mengambil langkah proaktif.
"Mereka ini melakukan tambang ilegal dan WNA yang bekerja tidak memperoleh dokumen lengkap, kapal pengeruk emas yang dibangun di wilayah Kilometer 102 Siriwo tidak memiliki ijin," katanya.
"Penegak hukum yang ada di Kabupaten Nabire jangan hanya melihat sebelah mata, tetapi segera mengambil tindakan untuk mengecek seluruh dokumen perusahaan," katanya,
Jika mereka tidak miliki dokumen lengkap, John menganjurkan agar lokasi tersebut di berikan garis polisi.
"Lokasi tambang di situ agar segera diberi garis polisi (police line) dan (pekerja asing) angkat kaki dari bumi Cenderawasih. Saya melihat kasus ini seperti ditelan waktu dan berlalu bersama waktu. Untuk itu saya sebagai Anggota DPR Papua yang mewakili Nabire dan sekitarnya mempertanyakan kapan Pemprov Papua menurunkan tim ke Siriwo," katanya.
Sebelumnya, pada awal bulan ini John menyoroti keberadaan galangan kapal yang sempat viral di media sosial tersebut dan telah melaporkan kepada Sekda Provinsi Papua TEA Heri Dosinaen.
"Potensi emas di perut bumi di Kabupaten Nabire ternyata menggiurkan. Buktinya, WNA asal Cina ikut melakukan penambangan emas di wilayah Siriwo Kilo Meter 102, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua itu, yang viral di media sosial karena ada kapal di tengah hutan," katanya di Kota Jayapura, Jumat.
Menurut dia, patut diduga telah terjadi aksi penambangan yang dilakukan secara ilegal. "Mereka bahkan membuat kapal keruk raksasa di pesisir Kali Siriwo. Hingga mereka leluasa menyedot emas dari dalam Kali Siriwo. Diduga keras tidak memiliki izin dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)," katanya.
John yang merupakan anggota Komisi II DPRP dari jalur kursi pengangkatan Otsus itu meminta agar penegak hukum di Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua untuk mengambil langkah proaktif.
"Mereka ini melakukan tambang ilegal dan WNA yang bekerja tidak memperoleh dokumen lengkap, kapal pengeruk emas yang dibangun di wilayah Kilometer 102 Siriwo tidak memiliki ijin," katanya.
"Penegak hukum yang ada di Kabupaten Nabire jangan hanya melihat sebelah mata, tetapi segera mengambil tindakan untuk mengecek seluruh dokumen perusahaan," katanya,
Jika mereka tidak miliki dokumen lengkap, John menganjurkan agar lokasi tersebut di berikan garis polisi.
"Lokasi tambang di situ agar segera diberi garis polisi (police line) dan (pekerja asing) angkat kaki dari bumi Cenderawasih. Saya melihat kasus ini seperti ditelan waktu dan berlalu bersama waktu. Untuk itu saya sebagai Anggota DPR Papua yang mewakili Nabire dan sekitarnya mempertanyakan kapan Pemprov Papua menurunkan tim ke Siriwo," katanya.
Sebelumnya, pada awal bulan ini John menyoroti keberadaan galangan kapal yang sempat viral di media sosial tersebut dan telah melaporkan kepada Sekda Provinsi Papua TEA Heri Dosinaen.
Pewarta : Alfian Rumagit
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim SAR gabungan evakuasi jenazah dari tambang emas ilegal di Batu Putih Jayapura
18 February 2026 13:34 WIB
Wali Kota Jayapura minta lurah jaga lingkungan dari pendulangan emas ilegal
05 January 2026 6:31 WIB
Polda Papua melimpahkan kasus tambang ilegal libatkan WNA China ke jaksa Jayapura
30 November 2025 5:22 WIB
NPCI: Kabupaten Jayapura sumbang empat emas kontingen Papua di Peparnas XI Jakarta
09 November 2025 13:57 WIB
Pemkab Tolikara mrnbangun generasi sehat dan cerdas lewat Program 1.000 HPK
15 October 2025 7:37 WIB