Sentani (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jayapura melakukan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Jayapura melalui program "Sagu Emas Papua" atau Siap Dampingi UMKM guna meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.
"Dalam program itu kami bukan hanya memberikan pendampingan kepada UMKM yang melakukan kegiatan produksi pangan olahan tetapi juga UMKM yang memproduksi obat tradisional dan kosmetik," kata Pengawas Farmasi dan Makanan BPOM Jayapura Iin Siti Korinah di Sentani, Sabtu.
Menurut Siti, pendampingan terhadap para UMKM ini bertujuan agar pelaku usaha bisa menghasilkan produk yang sesuai standar yang telah ditetapkan atau telah teregistrasi.
"Karena kalau produk yang belum teregistrasi artinya produk itu belum boleh diedarkan secara bebas," ujar dia.
Dalam melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM dilakukan hingga izin edar diterbitkan kemudian tetap diawasi guna memastikan UMKM tetap menerapkan cara produksi yang baik dan benar, katanya, menjelaskan.
"Karena memang ada pelaku usaha yang kadang 'nakal' jadi baik di awal namun di akhir mereka melakukan sesuatu yang tidak layak sehingga produk menjadi tidak aman bagi konsumen," katanya.
Ia mengatakan hingga kini Balai Besar POM telah mengeluarkan lebih dari 200 sertifikat produksi pangan industri rumah tangga dan izin edar produk air minum dalam kemasan.
"Dengan demikian kami berharap ada produk lokal dari pelaku usaha dan juga Industri Pangan Rumah Tangga (IPRT) Kabupaten Jayapura tetap eksis," ujar dia.

