Abepura Jayapura lengang setelah demo rusuh
Jumat, 30 Agustus 2019 9:52 WIB
Suasana di Lingkaran Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (30/8/2019). (ANTARA/ Alfian Rumagit)
Jayapura (ANTARA) - Distrik Abepura di Kota Jayapura, Papua, lengang pada Jumat pagi hingga siang, setelah demonstrasi menentang tindakan rasisme terhadap warga Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur, pada Kamis (29/8) siang yang diwarnai kerusuhan.
Kawasan sekitar Lampu Lalu Lintas Abepura yang selama demonstrasi diduduki massa kini sepi. Rumah-rumah toko dan kafe yang berada di sekitar kawasan itu juga tutup.
Kopi Tiam Abepura, Saga dan Mega Abepura, Grand Abe Hotel tutup. Begitu pula perkantoran yang ada di kawasan tersebut, termasuk BPS Kota Jayapura dan Kantor Distrik Abepura.
"Tutup Mas," kata salah seorang petugas keamanan di Saga Abepura.
Perkantoran yang berada di kawasan sepanjang Jalan Raya Abepura Kotaraja seperti Pengadilan Agama, Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Papua, BKKBN Provinsi Papua, Taspen, dan Bank BCA.
Di antara perkantoran itu, ada yang kacanya pecah kena lemparan batu demonstran.
Grand Abe Hotel yang sering menjadi tempat nongkrong karena menyediakan WiFi gratis juga tak luput dari amukan massa. Beberapa bagian kaca hotel tersebut pecah.
Kaca di pintu masuk serta beberapa bagian kaca pada lantai satu hingga lima Hotel Horison Kotaraja yang baru diresmikan bulan lalu juga pecah.
"Belum tahu berapa kerugiannya. Pintu kaca depan hotel ikut pecah, pesannya dari Surabaya, bisa tiga bulan lamanya," kata Shinta, karyawan Hotel Horison Kotaraja.
Situasi Abepura dan sekitarnya sudah aman. Aparat dari Kepolisian Sektor Abepura dan Kepolisian Resor Jayapura dengan dukungan dari Kepolisian Daerah Papua terlihat berpatroli di sejumlah kawasan, termasuk permukiman penduduk.
Kawasan sekitar Lampu Lalu Lintas Abepura yang selama demonstrasi diduduki massa kini sepi. Rumah-rumah toko dan kafe yang berada di sekitar kawasan itu juga tutup.
Kopi Tiam Abepura, Saga dan Mega Abepura, Grand Abe Hotel tutup. Begitu pula perkantoran yang ada di kawasan tersebut, termasuk BPS Kota Jayapura dan Kantor Distrik Abepura.
"Tutup Mas," kata salah seorang petugas keamanan di Saga Abepura.
Perkantoran yang berada di kawasan sepanjang Jalan Raya Abepura Kotaraja seperti Pengadilan Agama, Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Papua, BKKBN Provinsi Papua, Taspen, dan Bank BCA.
Di antara perkantoran itu, ada yang kacanya pecah kena lemparan batu demonstran.
Grand Abe Hotel yang sering menjadi tempat nongkrong karena menyediakan WiFi gratis juga tak luput dari amukan massa. Beberapa bagian kaca hotel tersebut pecah.
Kaca di pintu masuk serta beberapa bagian kaca pada lantai satu hingga lima Hotel Horison Kotaraja yang baru diresmikan bulan lalu juga pecah.
"Belum tahu berapa kerugiannya. Pintu kaca depan hotel ikut pecah, pesannya dari Surabaya, bisa tiga bulan lamanya," kata Shinta, karyawan Hotel Horison Kotaraja.
Situasi Abepura dan sekitarnya sudah aman. Aparat dari Kepolisian Sektor Abepura dan Kepolisian Resor Jayapura dengan dukungan dari Kepolisian Daerah Papua terlihat berpatroli di sejumlah kawasan, termasuk permukiman penduduk.
Pewarta : Alfian Rumagit
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi tangkap dua pengedar ganja di Abepura beserta bukti 14 paket siap edar
15 April 2026 7:04 WIB
Pemkot Jayapura revitalisasi Pasar Youtefa Abepura sebagai pusat ekonomi warga
25 November 2025 15:03 WIB
Warga PNG meninggal dunia dikeroyok rekannya seusai menenggak miras di Abepura
03 November 2025 13:04 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemprov Papua Pegunungan dukung pembukaan lahan pertanian 800 hektare di Jayawijaya
22 April 2026 11:40 WIB
Wali Kota Jayapura serahkan bantuan keagamaan Rp100 juta bagi TK di Kotaraja
20 April 2026 19:01 WIB