KPHL Biak Numfor-Supiori kembangkan budidaya kayu putih 30 hektare
Jumat, 15 November 2019 16:34 WIB
Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Biak-Supiori Aries Toteles Ap memperlihatkan produksi minyak kayu putih "Farkin" merupakan produksi kelompok masyarakat binaan KPHL.(ANTARA/Muhsidin)
Biak (ANTARA) - Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Kabupaten Biak Numfor dan Supiori melakukan budidaya tanaman kayu putih (cajuput oil) seluas 30 hektare dengan melibatkan masyarakat adat sebagai program pemberdayaan ekonomi warga lokal.
"Tiga kampung yang telah menjadi sentra pengembangan tanaman kayu putih yakni Kampung Adibai dan Sundei distrik Biak Timur seluas 15 hektare dan kampung Warsansan distrik Biak Utara seluas 15 hektare," ujar Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Biak-Supiori Aries Toteles Ap di Biak, Jumat.
Ia mengakui, untuk belasan hektare tanaman kayu putih di kampung Adibai hingga 2019 telah mampu diolah dan diproduksi warga lokal menjadi minyak kayu putih kemasan bermerek Farkin.
Dengan diproduksinya minyak kayu putih Farkin dari kelompok usaha kampung Adibai maka warga sudah bisa mendapatkan uang untuk kebutuhan keluarga.
Menurut dia, dari menjual hasil minyak kayu putih hasil produksi kelompok usaha kampung saat ini warga lokal telah bisa memperoleh penghasilan. Harga jual minyak kayu putih Farkin produksi kelompok usaha masyarakat lokal, dengan ukuran 30 mili seharga Rp20 ribu/botol.
"Untuk harga jual minyak kayu putih sangat beragam disesuaikan dengan besar kecilnya ukuran botol yang dipakai,"ujarnya.
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2007 junto Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2008 tentang Tata Hutan, Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan telah ditetapkan tugas pokok dan fungsi KPH.
Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) bisa berperan penting dalam mengembangkan pengelolaan hutan berbasis masyarakat sekaligus melestarikan hutan serta dapat meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.
"Tiga kampung yang telah menjadi sentra pengembangan tanaman kayu putih yakni Kampung Adibai dan Sundei distrik Biak Timur seluas 15 hektare dan kampung Warsansan distrik Biak Utara seluas 15 hektare," ujar Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Biak-Supiori Aries Toteles Ap di Biak, Jumat.
Ia mengakui, untuk belasan hektare tanaman kayu putih di kampung Adibai hingga 2019 telah mampu diolah dan diproduksi warga lokal menjadi minyak kayu putih kemasan bermerek Farkin.
Dengan diproduksinya minyak kayu putih Farkin dari kelompok usaha kampung Adibai maka warga sudah bisa mendapatkan uang untuk kebutuhan keluarga.
Menurut dia, dari menjual hasil minyak kayu putih hasil produksi kelompok usaha kampung saat ini warga lokal telah bisa memperoleh penghasilan. Harga jual minyak kayu putih Farkin produksi kelompok usaha masyarakat lokal, dengan ukuran 30 mili seharga Rp20 ribu/botol.
"Untuk harga jual minyak kayu putih sangat beragam disesuaikan dengan besar kecilnya ukuran botol yang dipakai,"ujarnya.
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2007 junto Peraturan Pemerintah Nomor 3 tahun 2008 tentang Tata Hutan, Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan telah ditetapkan tugas pokok dan fungsi KPH.
Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) bisa berperan penting dalam mengembangkan pengelolaan hutan berbasis masyarakat sekaligus melestarikan hutan serta dapat meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.
Pewarta : Muhsidin
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolres Biak Numfor minta warga tak euforia berlebihan rayakan Tahun Baru 2026
29 December 2025 20:07 WIB
DPRK Biak Numfor harap program Asta Cita membangun rumah prioritas warga kampung
28 December 2025 12:30 WIB
Disdik Biak Numfor sebut program literasi tingkatkan minat membaca anak SD
28 December 2025 2:19 WIB
Pemkab Biak Numfor harap 257 kades terpilih sejahterakan warga asli Papua
21 December 2025 14:33 WIB
Pemkab Biak Numfor perbaharui data potensi objek pajak-retribusi daerah 2026
20 December 2025 22:57 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Bulog Papua siapkan 38.775 ton beras penuhi kebutuhan warga di Bumi Cenderawasih
02 April 2026 19:47 WIB
BPS Papua sebut 20 komoditas di Bumi Cenderawasih penyumbang inflasi pada Maret 2026
02 April 2026 12:30 WIB
BPS sebut tiga negara tujuan utama jadi ekspor besar Papua pada Februari 2026
02 April 2026 12:26 WIB