Biak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua pada tahun anggaran 2025 menargetkan peningkatan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari Rp44 miliar menjadi Rp49 miliar.
"Sumber penerimaan PAD bersumber dari pajak dan retribusi daerah serta pengelolaan aset kekayaan barang milik daerah," ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Biak Numfor Gunadi di Biak, Rabu.
Ia mengatakan perubahan peningkatan PAD pada 2025 sudah ditetapkan pemerintah daerah sehingga butuh kerja sama organisasi perangkat daerah mewujudkan target PAD
Disinggung terkait efisiensi anggaran, katanya, Biak Numfor terkena efisiensi sesuai dengan Inpres No. 1 Tahun 2025 dan PMK No. 29 Tahun 2025.
Ia mengaku dampak efisiensi terdapat pada dana alokasi khusus fisik (DAK) dari sebelumnya Rp99, 8 miliar turun Rp74 miliar atau 75,14 persen sehingga menjadi Rp25,8 miliar.
Efisiensi anggaran juga terdapat pada dana alokasi umum Rp31,4 miliar atau 4,84 persen, sedangkan dana otonomi khusus Papua pada 2025 sebesar Rp6,2 miliar atau 3,30 persen dari total sebelumnya Rp189,3 miliar turun menjadi Rp183,1 miliar
"Biak Numfor terdampak rasionalisasi anggaran tahun 2025 total sebesar Rp111,7 miliar," katanya.
Ia berharap, dampak efisiensi anggaran segera pulih dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Biak Numfor George Krey membenarkan perubahan target penerimaan PAD pada 2025 sebesar Rp49 miliar.
"Untuk realisasi PAD hingga triwulan 2025 di Biak Numfor mencapai Rp3 miliar," katanya.