Bandung (ANTARA) - PDI Perjuangan melakukan penghijauan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat dengan menanam sebanyak 222.000 bibit pohon, yang sekaligus menjadi pencanangan partai bagi gerakan penghijauan nasional.

Ketua DPD PDI Perjuangan, Ono Surono, yang juga ketua panitia penghijauan secara serentak di seluruh Jawa Barat, mengatakan pelaksanaan penghijauan dipusatkan di Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK), Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu.

Hadir pada kegiatan tersebut antara lain, Menteri Sosial Juliari Batubara, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini, dan sejumlah pengurus DPP PDI Perjuangan.

Dari jajaran pengurus DPP PDI Perjuangan tampak hadir, Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto bersama sejumlah ketua DPP PDI Perjuangan, yakni Djarot Saiful Hidayat, Sukur Nababan, Sri Rahayu, Wiryanti B Sukamdani, dan Ribka Tjiptaning.

Menurut Ono Surono, dari sebanyak 222.000 bibit pohon, ditanam di 10 kabupaten/kota di Jawa Barat yang menjadi daerah aliran sungai (DAS) Citarum. Kemudian, di kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat dihijaukan dengan menanam 24.000 bibit pohon.

Ono berharap, dengan penghijauan ini dapat merehabilitasi sekitar 25 persen dari sekitar 700 hektare kawasan hutan yang rusak di Jawa Barat.

Menurut dia, sebanyak 222.000 bibit pohon yang dikumpulkan dari sejumlah instansi pemerintah, lembaga, organisasi, dan komunitas, yakni 150 jenis pohon yang merupakan endemik Indonesia.

Ono menegaskan, penghijauan ini juga menjadi pencanangan menjaga "Leuweung Pajajaran". "Dalam beberapa literasi disebutkan, bahwa Sungai Citarum menjadi awal peradaban Sunda di Jawa Barat. Karena itu, Sungai Citarum harus terus dirawat," katanya.

Menurut dia, hutan Pajajaran yang terletak di hulu DAS Citarum ini harus terus dipelihara dengan menjaga kelestarian lingkungan.

"Penghijauan ini juga menjadi kado istimewa ultah PDI Perjuangan ke-47sekaligus kado ulang tahun ke-73 Ibu Megawati Soekarnoputri, pada 23 Januari lalu," katanya.



 

Pewarta : Riza Harahap
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024