Makassar (ANTARA) -  

Satuan Tugas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar bersama tim relawan kemanusiaan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI-UMI) Makassar melakukan penyemprotan disinfektan ke beberapa rumah sakit dan klinik di kota itu untuk memutus penularan COVID-19.

Pimpinan Humas IDI Makassar dokter Wahyudi Muchsin di Makassar, Sabtu, mengatakan penyemprotan rumah sakit dan klinik dilakukan karena di tempat tersebut menjadi salah satu tempat penularan bakteri dan virus.

"Rumah sakit dan klinik harus selalu dijaga kebersihannya karena banyak warga yang sakit datang untuk berobat. Bakteri, kuman, maupun virus sudah dipastikan banyak, makanya dilakukan disinfektasi agar rumah sakit tetap bersih," ujarnya.

Dalam penyemprotan disinfektan itu, juga melibatkan Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Sulsel dan Polsek Panakukang.

Rumah sakit yang disemprot, yakni Rumah Sakit Islam (RSI) Faisal, RSU Khusus Dadi, RS Labuang Baji, RS Wisata UIT, Klinik Lacasino, dan Klinik HK Medical Centre, Puskesmas Jongaya, Puskesmas Mamajang, Puskesmas Dhalia, Rumah Sakit Bersalin Fatimah, RS Pelamonia, dan RS Jaury Akademis Makassar.

Dekan FTI UMI Makassar Zakir Sabhara mengatakan selain penyemprotan disinfektan juga dilakukan penyerahan bantuan pelindung wajah (face shield), cairan antiseptik atau 'hand sanitizer', baju hazmat, dan mendistribusikan donasi buka puasa bagi para tenaga medis.

"Para tenaga medis yang menjadi garda terdepan harus terjaga kondisinya dan semuanya harus bersih agar penularan tidak terjadi," ujarnya.

Zakir menyatakan penyemprotan disinfektan sebagai upaya untuk mematikan bakteri maupun virus yang memungkinkan menempel pada bagian-bagian tertentu, seperti gagang pintu.

Penyemprotan disinfektan, kata dia, sudah dilakukan sejak awal pandemi dan telah menyemprot lebih dari 150 tempat layanan umum dan sosial.

"Tempat-tempat layanan umum, layanan sosial, dan kantor-kantor juga disemprot, termasuk pasar-pasar tradisional. Ini kami lakukan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19," katanya.


 

Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024