BPOM: Vaksin COVID-19 Sinovac penuhi aspek produksi obat yang baik
Kamis, 26 November 2020 18:19 WIB
Ilustrasi - Vaksin COVID-19. (Antara)
Bandung (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari hasil inspeksi BPOM, Bio Farma, dan MUI, mutu dan keamanan vaksin COVID-19 buatan perusahaan asal China, Sinovac, memenuhi aspek cara produksi obat yang baik.
"Dapat kami laporkan bahwa alhamdulillah kalau dilihat mulai dari aspek mutu vaksin tersebut dengan hasil yang didapatkan Tim BPOM, Bio Farma, dan MUI untuk melihat aspek halalnya dapat dikatakan produk tersebut (Vaksin COVID-19 buatan Sinovac, red.) memenuhi aspek cara produksi obat yang baik di tempatnya," kata Kepala BPOM RI Penny Kusumastuti Lukito dalam jumpa pers secara daring di Bandung, Kamis.
Ia menuturkan berdasarkan pemantauan selama satu bulan pascasuntik vaksin COVID-19 dosis kedua terpantau aman dan hal ini berdasarkan pantauan awal terkait dengan hasil analisa, sampel darah, dan lainnya.
"Jadi kami laporkan bahwa hasil uji klinik yaitu dari hasil analisa, lalu melalui sampel darah, dapat dikaitkan dengan keimunogenisitasnya. Jadi itu aspek parameter ukur untuk menunjukkan saintifik dari aspek keamanan dan aspek efikasi itu sudah didapatkan bahwa setelah penyuntikan kedua data-data akan dijelaskan lebih jauh lagi," ujar dia.
Dia menjelaskan perkembangan terakhir akan dilaporkan oleh tim peneliti dan khususnya yang menunjukkan aspek keamanan yang baik dari vaksin tersebut akan terus dipantau oleh pihaknya sampai jangka waktu tiga bulan dan sampai enam bulan ke depan.
"Sejauh ini data satu bulan saya kira sudah cukup menggembirakan ya," kata dia.
Saat ini, BPOM masih menunggu proses analisis dan uji klinis tahap 3 yang dilakukan di Kota Bandung, Jawa Barat telah selesai.
"Data-datanya masih dalam tahap analisis. Sekarang kita sedang menunggu proses analisis, sehingga aspek keamanan efikasi bisa kita dapatkan, dan kita bisa berikan EUA sehingga vaksinasi bisa dilakukan," kata dia.
"Dapat kami laporkan bahwa alhamdulillah kalau dilihat mulai dari aspek mutu vaksin tersebut dengan hasil yang didapatkan Tim BPOM, Bio Farma, dan MUI untuk melihat aspek halalnya dapat dikatakan produk tersebut (Vaksin COVID-19 buatan Sinovac, red.) memenuhi aspek cara produksi obat yang baik di tempatnya," kata Kepala BPOM RI Penny Kusumastuti Lukito dalam jumpa pers secara daring di Bandung, Kamis.
Ia menuturkan berdasarkan pemantauan selama satu bulan pascasuntik vaksin COVID-19 dosis kedua terpantau aman dan hal ini berdasarkan pantauan awal terkait dengan hasil analisa, sampel darah, dan lainnya.
"Jadi kami laporkan bahwa hasil uji klinik yaitu dari hasil analisa, lalu melalui sampel darah, dapat dikaitkan dengan keimunogenisitasnya. Jadi itu aspek parameter ukur untuk menunjukkan saintifik dari aspek keamanan dan aspek efikasi itu sudah didapatkan bahwa setelah penyuntikan kedua data-data akan dijelaskan lebih jauh lagi," ujar dia.
Dia menjelaskan perkembangan terakhir akan dilaporkan oleh tim peneliti dan khususnya yang menunjukkan aspek keamanan yang baik dari vaksin tersebut akan terus dipantau oleh pihaknya sampai jangka waktu tiga bulan dan sampai enam bulan ke depan.
"Sejauh ini data satu bulan saya kira sudah cukup menggembirakan ya," kata dia.
Saat ini, BPOM masih menunggu proses analisis dan uji klinis tahap 3 yang dilakukan di Kota Bandung, Jawa Barat telah selesai.
"Data-datanya masih dalam tahap analisis. Sekarang kita sedang menunggu proses analisis, sehingga aspek keamanan efikasi bisa kita dapatkan, dan kita bisa berikan EUA sehingga vaksinasi bisa dilakukan," kata dia.
Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Jayapura imbau beri vaksin babi dari nol bulan cegah Hog Cholera
15 October 2024 14:06 WIB, 2024
Pj Bupati: Jayapura harus sukseskan program stunting anak dan PIN Polio
07 October 2024 12:16 WIB, 2024
Dinkes Jayapura dorong warga peroleh vaksin polio pada 22 puskesmas
08 September 2024 11:45 WIB, 2024
Dinkes Jayapura minta puskesmas intensifkan pelayanan vaksin polio warga
04 June 2024 10:32 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Gubernur Tabo harap "Bunda PAUD" siapkan generasi yang andal di Papua Pegunungan
11 May 2026 13:31 WIB
Komite Eksekutif sebut "Community Gateway" jadi kemajuan internet Papua Pegunungan
09 May 2026 19:43 WIB