Dua ekor gorila di San Diego Amerika positif COVID-19
Selasa, 12 Januari 2021 8:45 WIB
Gorila di kebun binatang San Diego, California, Amerika Serikat pada 10 Januari 2021. (via REUTERS/KEN BOHN/SAN DIEGO ZOO GLOBAL)
Jakarta (ANTARA) - Dua ekor gorila di kebun binatang San Diego, Amerika Serikat, dikonfirmasi positif COVID-19 setelah memperlihatkan gejala-gejala, kata gubernur California, Senin (11/1).
Hal itu diyakini kasus pertama yang diketahui mengenai penularan virus terhadap kera.
Gubernur Gavin Newsom mengatakan sumber infeksi tersebut masih diselidiki, entah ditularkan dari hewan atau dari manusia, seperti dikutip dari Reuters.
Laman resmi Taman Safari Kebun Binatang San Diego menyatakan gorila diduga terinfeksi dari staf yang tidak menunjukkan gejala, meski mereka mengikuti semua panduan keamanan COVID-19 yang direkomendasikan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.
Otoritas kebun binatang mulai menguji sampel kotoran dari gorila setelah dua ekor gorila itu mulai batuk-batuk pada Rabu lalu, dan hasil awal yang ditemukan dua hari kemudian menemukan ada keberadaan virus di dalamnya.
Laboratorium Layanan Hewan Nasional Departemen Pertanian AS mengkonfirmasi hasil positif pada hari Senin.
Direktur eksekutif kebun binatang Lisa Peterson mengatakan kedua gorila dalam keadaan yang baik-baik saja selain merasa sesak dan batuk. Mereka tetap dikarantina bersama dan tetap makan dan minum.
Virus corona juga telah ditemukan di sejumlah spesies hewan liar lain di penangkaran, termasuk beberapa singa dan harimau di kebun binatang Bronx di New York serta empat ekor singa di kebun binatang Barcelona, Spanyol.
Namun gorila di San Diego diyakini jadi kasus infeksi pertama yang terjadi pada kera. Virus juga telah muncul di sejumlah anjing dan kucing piaraan.
Hal itu diyakini kasus pertama yang diketahui mengenai penularan virus terhadap kera.
Gubernur Gavin Newsom mengatakan sumber infeksi tersebut masih diselidiki, entah ditularkan dari hewan atau dari manusia, seperti dikutip dari Reuters.
Laman resmi Taman Safari Kebun Binatang San Diego menyatakan gorila diduga terinfeksi dari staf yang tidak menunjukkan gejala, meski mereka mengikuti semua panduan keamanan COVID-19 yang direkomendasikan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.
Otoritas kebun binatang mulai menguji sampel kotoran dari gorila setelah dua ekor gorila itu mulai batuk-batuk pada Rabu lalu, dan hasil awal yang ditemukan dua hari kemudian menemukan ada keberadaan virus di dalamnya.
Laboratorium Layanan Hewan Nasional Departemen Pertanian AS mengkonfirmasi hasil positif pada hari Senin.
Direktur eksekutif kebun binatang Lisa Peterson mengatakan kedua gorila dalam keadaan yang baik-baik saja selain merasa sesak dan batuk. Mereka tetap dikarantina bersama dan tetap makan dan minum.
Virus corona juga telah ditemukan di sejumlah spesies hewan liar lain di penangkaran, termasuk beberapa singa dan harimau di kebun binatang Bronx di New York serta empat ekor singa di kebun binatang Barcelona, Spanyol.
Namun gorila di San Diego diyakini jadi kasus infeksi pertama yang terjadi pada kera. Virus juga telah muncul di sejumlah anjing dan kucing piaraan.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Jayapura sebut pelaku usaha tumbuh setelah pandemi COVID-19
10 September 2024 12:03 WIB, 2024
Satgas COVID-19: Warga Papua jaga kesehatan setelah pencabutan wajib masker
12 June 2023 12:16 WIB, 2023
Manajemen RSUD Abepura sebut total insentif nakes COVID-19 Rp12,9 miliar
26 March 2023 20:53 WIB, 2023
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Kemenlu RI pastikan Indonesia berkontribusi lebih di kawasan Pasifik
14 October 2024 20:59 WIB, 2024
Dirut Akhmad Munir: ANTARA sejalan dengan OANA untuk pemberantasan hoaks
24 October 2023 12:20 WIB, 2023