Presiden Jokowi minta Pemda terapkan mikro lockdown
Kamis, 11 Februari 2021 15:57 WIB
Presiden Jokowi sebut aspirasi pers ditampung di UU Cipta Kerja
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo meminta Pemda untuk menerapkan "mikro lockdown" atau PPKM dalam skala mikro mencakup lingkup kampung, desa, RW, atau RT.
“Jangan sampai yang terkena virus hanya satu orang dalam satu RT, yang di-'lockdown' seluruh kota. Jangan sampai yang terkena virus misal satu kelurahan, yang di-'lockdown' seluruh kota, untuk apa. Yang sering keliru kita di sini,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pembukaan Musyawarah Nasional VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dari Istana Negara Jakarta, Kamis.
Oleh sebab itu, kata dia, pekan lalu pemerintah kemudian bekerja lebih detail dengan menerapkan "mikro lockdown" atau "lockdown" skala mikro.
Menurut Kepala Negara hal itu tidak cenderung merusak pertumbuhan ekonomi dan tidak merusakkan kegiatan ekonomi masyarakat secara umum.
“Karena yang kita 'lockdown' dalam skala-skala kelurahan, RW, RT. Oleh sebab itu wali kota, wakil wali kota harus melakukan pemetaan zonasi penyebaran COVID-19 secara detail,” katanya.
Presiden meminta mereka untuk mengerti betul pemetaan tersebut sampai tingkat kelurahan RW, RT.
“Nggak bisa lagi satu kota langsung di-'lockdown',” katanya.
Presiden mengakui banyak belajar dari pengalaman dengan melihat proses-proses yang dilakukan negara lain yang melakukan "lockdown" seluruh negara, satu provinsi, satu kota, kemudian ekonominya jatuh.
Jadi ia meminta agar semua pihak berhati-hati mengenai ini.
“Dan tentu saja yang namanya 'treatment', isolasi ini harus mendapatkan perhatian serius, baik dari sisi penyediaan obat-obatan, 'bed' rumah sakit, kesiapsiagaan tenaga medis, harus selaku dicek, dimonitor, dan kalau dirasa kurang jangan ragu meminta bantuan pemerintah pusat, TNI/Polri,” kata Presiden Jokowi.
“Jangan sampai yang terkena virus hanya satu orang dalam satu RT, yang di-'lockdown' seluruh kota. Jangan sampai yang terkena virus misal satu kelurahan, yang di-'lockdown' seluruh kota, untuk apa. Yang sering keliru kita di sini,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pembukaan Musyawarah Nasional VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dari Istana Negara Jakarta, Kamis.
Oleh sebab itu, kata dia, pekan lalu pemerintah kemudian bekerja lebih detail dengan menerapkan "mikro lockdown" atau "lockdown" skala mikro.
Menurut Kepala Negara hal itu tidak cenderung merusak pertumbuhan ekonomi dan tidak merusakkan kegiatan ekonomi masyarakat secara umum.
“Karena yang kita 'lockdown' dalam skala-skala kelurahan, RW, RT. Oleh sebab itu wali kota, wakil wali kota harus melakukan pemetaan zonasi penyebaran COVID-19 secara detail,” katanya.
Presiden meminta mereka untuk mengerti betul pemetaan tersebut sampai tingkat kelurahan RW, RT.
“Nggak bisa lagi satu kota langsung di-'lockdown',” katanya.
Presiden mengakui banyak belajar dari pengalaman dengan melihat proses-proses yang dilakukan negara lain yang melakukan "lockdown" seluruh negara, satu provinsi, satu kota, kemudian ekonominya jatuh.
Jadi ia meminta agar semua pihak berhati-hati mengenai ini.
“Dan tentu saja yang namanya 'treatment', isolasi ini harus mendapatkan perhatian serius, baik dari sisi penyediaan obat-obatan, 'bed' rumah sakit, kesiapsiagaan tenaga medis, harus selaku dicek, dimonitor, dan kalau dirasa kurang jangan ragu meminta bantuan pemerintah pusat, TNI/Polri,” kata Presiden Jokowi.
Pewarta : Hanni Sofia
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden RI Jokowi harap pencegahan stunting di Indonesia terus membaik
23 July 2024 17:51 WIB, 2024
Presiden Jokowi dijadwalkan tinjau PIN Polio putaran kedua di Kabupaten Jayapura
23 July 2024 5:56 WIB, 2024
Prajurit TNI-Polri gelar apel pasukan pengamanan kunjungan Presiden di Papua
21 July 2024 18:35 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Menteri Pigai ingatkan kesadaran HAM harus dibangun masif dari kampus Papua
20 January 2026 4:47 WIB