Tolikara, Papua (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua melalui Dinas Kesehatan setempat menggelar sosialisasi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 kepada kepala puskesmas serta tenaga medis lainnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Legion Yikwa dalam penjelasan di Tolikara, Minggu mengatakan sosialisasi program vaksinasi COVID-19 sudah disampaikan secara luas pemerintah pusat melalui juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 secara masif melalui media massa.

"Kami paham ada beberapa informasi yang mungkin masih sulit dimengerti masyarakat luas,karenanya sosialisasi ini terus menerus akan dilakukan sampai masyarakat paham dengan baik," katanya.

Dikatakannya prioritas untuk penerima vaksin COVID-19 ditujukan kepada tenaga medis dan staf Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara.

Selain itu, lanjutnya, penerima vaksin diberikan kepada orang yang belum pernah terpapar COVID-19 untuk memperoleh kekebalan kelompok atau "herd immunity".

Kekebalan kelompok tersebut, lanjutnya, akan didapat melalui individu-individu yang mendapat vaksinasi.

"Dalam masa pandemi untuk membentuk kekebalan kelompok tidak harus memvaksinasi seluruh individu, karena tidak semua individu bisa divaksinasi seperti mereka yang memiliki masalah kesehatan,"katanya.

Menurutnya, Indonesia sendiri melaksanakan vaksinasi dengan memnrioritaskan kelompok masyarakat tertentu yang memiliki risiko tertular COVID-19 lebih tinggi dan tentunya harus memenuhi syarat.

Ia mengakui, jika melihat angka efikasi 65,3 persen adalah hasil dari uji klinis dan efektivitas vaksin ini akan diketahui setelah dilakukan pemantauan efek perlindungannya di masyarakat yang divaksinasi dalam kurun waktu tertentu.

"Herd immunity akan tercapai apabila penularannya menurun terus menerus sampai sangat minimal atau tidak ada sama sekali," katanya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Tolikara Legion mengatakan menurut rencana dalam waktu dekat pihaknya akan mengirim tim kesehatan ke Wamena Kabupaten Jayawijaya untuk mengikuti pelatihan menjadi vaksinator.

Selepas dari pelatihan tim Kesehatan akan kembali ke Tolikara untuk memberikan vaksinasi kepada tenaga kesehatan baik kepala puskesmas dan semua staf.

Sedangkan untuk warga umum akan dilaksanakan setelah Dinas Kesehatan melewati vaksinasi tahap pertama dan tahap kedua bagi tenaga kesehatan.

Ia mengimbau warga Tolikara jangan berlengah di masa pandemi COVID-19 walaupun hingga saat ini kabupaten Tolikara masih dalam zona hijau namun perlu mengambil tindakan pencegahan.

Sementara itu, dr Briand Sugito yang mendampingi Sekretaris Dinkes Tolikara menjelaskan tujuan vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap wabah virus corona COVID-19.

Vaksinasi ini hanya dapat diberikan kepada tim kesehatan pada tahap pertama dan kedua setelah itu pada tahap berikut diberikan kepada orang yang belum pernah terpapar virus corona yang berusia diatas 18 hingga 59 Tahun.

Karena berdasarkan hasil penelitian kelompok usia 18 hingga usia 59 Tahun yang lebih mudah terserang virus corona, demikian Briand Sugito.

 

Pewarta : Muhsidin
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024