Markas OPM EK di Kenyam dikuasai aparat keamanan TNI/Polri
Rabu, 31 Maret 2021 14:39 WIB
Markas lama OPM di Kenyam, Kabupaten Nduga sudah direbut dan dikuasai aparat keamanan TNI/Polri. ANTARA/HO-Satgas Humas Nemangkawi
Jayapura (ANTARA) - Aktivitas kelompok separatis OPM di bawah pimpinan Egianus Kogoya (EK) makin terdesak karena markasnya di Kampung Paro, Markas Dumit, Kabupaten Nduga dikuasi aparat keamanan TNI/Polri.
"Kamp lama markas OPM pimpinan Egianus Kogoya di Kenyam, Nduga telah berhasil direbut aparat keamanan TNI/Polri," kata Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol. M. Iqbal Al Qudussy dalam keterangan diterima ANTARA di Jayapura, Rabu. Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Al Qudussy SIK,SH memberikan keterangan.(ANTARA News Papua/HO-Satgas Humas Nemangkawi) Pada hari Sabtu (27/3), kata dia, TNI/Polri menguasai markas OPM pimpinan Egianus Kogoya yang sering kali memunculkan konflik di Papua menggunakan kekerasan, bahkan tidak ragu membunuh warga sipil yang tak sejalan.
Selain menguasai markas OPM EK, aparat keamanan TNI/Polri juga menyita barang bukti berupa satu pucuk senjata yg telah dimodifikasi, dua magazine, HT, dokumen-dokumen OPM, kapak, busur panah beracun, foto bertuliskan Brigjen Egianus Kogoya.
Menurut Kombes Pol. Iqbal Al Qudussy, kelompok-kelompok separatis di Papua sebenarnya tidak perlu terlalu ditanggapi karena mereka semua sudah terdesak dan banyak yang menyerahkan diri.
"Pesan-pesan mereka hanya provokasi dan gertak sambal. Jajaran TNI/Polri akan terus melindungi masyarakat Papua. Jangan sampai ada korban dari kelompok gertak sambal ini," katanya.
Ia juga berharap masyarakat Papua lebih baik fokus membangun ekonomi dan mempersiapkan penyelenggaraan PON XX untuk menunjukkan daya saing dan potensi-potensi SDM atlet Papua yang sangat siap bersaing di kancah nasional.
Dari data personel keamanan TNI/Polri, kelompok OPM pimpinan Egianus Kogoya yang sering membuat kericuhan di Kenyam, Kabupaten Nduga serta sering menebar provokasi kepada TNI/Polri, baik berupa tindakan penyerangan bersenjata maupun provokasi video.
Teknik andalan kelompok ini adalah menggunakan media sosial dan media daring. Di grup Facebook dan website yang mereka kelola sering kali memunculkan video dari gunung-gunung dengan narasi yang menantang TNI/Polri.
Selain itu, mereka menyebutkan bahwa aparat keamanan tidak akan bisa menguasai wilayah mereka di Kenyam, Kabupaten Nduga.
Kelompok OPM di Kenyam akan mengejar dan menyerang aparat keamanan di mana pun dan kapan pun.
Mereka juga menyatakan tidak akan mundur satu langkah pun dari markas mereka.
Namun, kata Kombes Pol. Iqbal Al Qudussy, pada kenyataannya kelompok OPM Egianus Kogoya kabur terbirit-birit dari markas kamp lama di Kenyam, tempat pembuatan video provokasi dan pernyataan perang terhadap TNI/Polri dan disebar melalui media sosial. barang bukti yang berhasil diamankan aparat keamanan TNI/Polri di markas OPM EK di Kenyam di antaranya satu pucuk senjata yang telah dimodifikasi, dua magazine, HT, dokumen OPM, kapak, panah busur beracun, foto bertuliskan brigjen Egianus Kogoya.(ANTARA News Papua/HO-Satgas Humas Nemangkawi)
"Kamp lama markas OPM pimpinan Egianus Kogoya di Kenyam, Nduga telah berhasil direbut aparat keamanan TNI/Polri," kata Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol. M. Iqbal Al Qudussy dalam keterangan diterima ANTARA di Jayapura, Rabu. Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Al Qudussy SIK,SH memberikan keterangan.(ANTARA News Papua/HO-Satgas Humas Nemangkawi) Pada hari Sabtu (27/3), kata dia, TNI/Polri menguasai markas OPM pimpinan Egianus Kogoya yang sering kali memunculkan konflik di Papua menggunakan kekerasan, bahkan tidak ragu membunuh warga sipil yang tak sejalan.
Selain menguasai markas OPM EK, aparat keamanan TNI/Polri juga menyita barang bukti berupa satu pucuk senjata yg telah dimodifikasi, dua magazine, HT, dokumen-dokumen OPM, kapak, busur panah beracun, foto bertuliskan Brigjen Egianus Kogoya.
Menurut Kombes Pol. Iqbal Al Qudussy, kelompok-kelompok separatis di Papua sebenarnya tidak perlu terlalu ditanggapi karena mereka semua sudah terdesak dan banyak yang menyerahkan diri.
"Pesan-pesan mereka hanya provokasi dan gertak sambal. Jajaran TNI/Polri akan terus melindungi masyarakat Papua. Jangan sampai ada korban dari kelompok gertak sambal ini," katanya.
Ia juga berharap masyarakat Papua lebih baik fokus membangun ekonomi dan mempersiapkan penyelenggaraan PON XX untuk menunjukkan daya saing dan potensi-potensi SDM atlet Papua yang sangat siap bersaing di kancah nasional.
Dari data personel keamanan TNI/Polri, kelompok OPM pimpinan Egianus Kogoya yang sering membuat kericuhan di Kenyam, Kabupaten Nduga serta sering menebar provokasi kepada TNI/Polri, baik berupa tindakan penyerangan bersenjata maupun provokasi video.
Teknik andalan kelompok ini adalah menggunakan media sosial dan media daring. Di grup Facebook dan website yang mereka kelola sering kali memunculkan video dari gunung-gunung dengan narasi yang menantang TNI/Polri.
Selain itu, mereka menyebutkan bahwa aparat keamanan tidak akan bisa menguasai wilayah mereka di Kenyam, Kabupaten Nduga.
Kelompok OPM di Kenyam akan mengejar dan menyerang aparat keamanan di mana pun dan kapan pun.
Mereka juga menyatakan tidak akan mundur satu langkah pun dari markas mereka.
Namun, kata Kombes Pol. Iqbal Al Qudussy, pada kenyataannya kelompok OPM Egianus Kogoya kabur terbirit-birit dari markas kamp lama di Kenyam, tempat pembuatan video provokasi dan pernyataan perang terhadap TNI/Polri dan disebar melalui media sosial. barang bukti yang berhasil diamankan aparat keamanan TNI/Polri di markas OPM EK di Kenyam di antaranya satu pucuk senjata yang telah dimodifikasi, dua magazine, HT, dokumen OPM, kapak, panah busur beracun, foto bertuliskan brigjen Egianus Kogoya.(ANTARA News Papua/HO-Satgas Humas Nemangkawi)
Pewarta : Muhsidin
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TNI dan Polri masih selidiki isu penggunaan "drone bomber" di Kabupaten Yahukimo
30 November 2025 15:35 WIB
Kaops: tim gabungan tangkap Iron Heluka anggota KKB Kodap XVI Yahukimo di Dekai
30 November 2025 10:19 WIB
Polda Papua: Tim gabungan meningkatkan patroli di Dekai Yahukimo antisipasi KKB
10 November 2025 23:47 WIB
Kaops Damai Cartenz: KKB Junior Sobolim tewas tertembak usai aniaya warga di Dekai
07 November 2025 16:45 WIB
Satgas Damai Cartenz tangkap KKB Jayainus Pogau jaringan Aibon Kogoya di Nabire
07 November 2025 16:15 WIB
KKB penembak Brigpol Ronald Enok diserahkan ke jaksa Kejari Kabupaten Nabire
28 October 2025 11:08 WIB
Kaops:Satgas Damai Cartenz tangkap anggota KKB Dugi Telenggen di Ulume Lanny Jaya
27 October 2025 19:30 WIB
Satgas Damai Cartenz tangkap KKB penembak anggota Polisi di Tiom Lanny Jaya
27 October 2025 19:17 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polisi tangkap dua pengedar ganja di Abepura beserta bukti 14 paket siap edar
15 April 2026 7:04 WIB