Jayapura (ANTARA) - Tim SAR hingga saat ini masih dikerahkan untuk mencari anak buah kapal (ABK) Kapal Motor Nelayan (KMN) Ringgo Natuna yang tenggelam di Laut Arafura, Kabupaten Merauke, Papua.
 
"Kapal motor berawak sembilan orang itu mengalami kecelakaan dan tenggelam Kamis (16/9) lalu, namun baru dilaporkan Minggu (19/9) ke SAR Merauke," kata Kepala SAR Merauke Supriyanto Ridwan dihubungi dari Jayapura, Selasa.

Berdasarkan laporan itu, kata dia, terungkap bahwa kapal dinahkodai Hadi Sumarno dan kepala kamar mesin Mustofa dengan tujuh ABK, yakni Muh Yunus,Yanuar Prima, Hasdin, Ripan, Ruslan, Ahmad I.J., dan Haryono Suyono.

KMN Ringgo Natuna yang merupakan kapal penangkap ikan dengan berat 30 ton dilaporkan tenggelam pada koordinat 08°40’.00’’ S – 139°.43’00’’ E atau berjarak sekitar 77 km ke arah barat.

Beberapa saat setelah insiden, pada Minggu (19/9) ) KMN Lati Mojong 1 menemukan delapan ABK KMN Ringgo Natuna sedang terapung di atas kapal yang terbalik
 
Di antara delapan orang tersebut, ditemukan satu ABK meninggal, dua orang dalam kondisi lemas, dan lima lainnya dalam kondisi stabil.  KMN Lati Mojong 1 lalu membawa seluruh ABK ke Merauke, sedangkan jenazah Mustofa dibawa ke RS TNI-AL Merauke.

Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap Hadi Sumarno, namun hingga saat ini belum ditemukan.

Pewarta : Evarukdijati
Editor : Editor Papua
Copyright © ANTARA 2024