Jakarta (ANTARA) - Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Pekan Olahraga Nasional XX Mayjen TNI (Purn) Suwarno mengatakan bahwa penyelenggaraan PON XX Papua menerapkan sistem bubble secara ketat untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19 selama perhelatan itu berlangsung.

"Kami menggunakan sistem bubble. Dia (kontingen) tidak punya peluang untuk bisa jalan-jalan, melihat tempat rekreasi, mencari sesuatu," kata Suwarno dalam webinar bertajuk "Kesiapan PON XX Papua, Terapkan Protokol Kesehatan" yang diikuti di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan bahwa seluruh kontingen harus sudah divaksin COVID-19 di provinsi masing-masing.

Sebelum bertolak ke Papua, mereka menjalani isolasi beberapa hari di provinsi asal. "Ada yang isolasi mandiri, ada yang dikarantina di suatu tempat. Itu KONI yang atur," katanya.

Setibanya di Papua, mereka dijemput menuju lokasi penyambutan dan melaksanakan tes swab antigen.

Selama rangkaian PON XX berlangsung, atlet hanya diperkenankan bergerak dari penginapan ke tempat pertandingan dan dari tempat pertandingan kembali ke penginapan.

Di penginapan, para atlet juga dibatasi agar tidak menerima kunjungan dari luar kecuali untuk keperluan atlet yang telah diatur oleh ofisial dan provinsi.

Suwarno menambahkan, bila atlet mengeluh sakit, akan dilakukan tes swab antigen.

"Bila (hasilnya) reaktif, maka diharuskan swab PCR. Kalau (hasil) positif, akan diisolasi dan dilakukan tracing," katanya.

Kemudian nantinya sebelum kembali ke daerah asal, seluruh kontingen akan menjalani tes swab PCR. "Sebagai syarat naik pesawat dan meyakinkan sampai di rumah masing-masing dalam keadaan sehat," katanya.

Pihaknya pun mengimbau provinsi agar menerapkan karantina terhadap kontingennya masing-masing sebelum memperbolehkan mereka kembali ke rumah.
 

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2024