Muhammadiyah kirim bantuan logistik korban erupsi Semeru
Senin, 6 Desember 2021 13:30 WIB
Relawan dari Muhammadiyah saat membantu penanganan warga terdampak erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. (ANTARA/HO-Muhammadiyah)
Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengirimkan logistik serta personel tambahan untuk membantu proses penanganan korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
"Sekarang ini masih pandemi COVID-19, sehingga kami nyatakan ini bencana multihazard. Oleh karena itu relawan yang kami kirimkan harus tetap menjaga protokol kesehatan," ujar Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Budi Setiawan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.
Bantuan logistik yang dikirimkan berupa famili kit sebanyak 500 kontainer, logistik COVID-19 berupa 15 ribu masker, handsanitizer, sarung tangan, obat-obatan dan barang medis lainnya. Family kit ini berupa alat perlengkapan mandi.
Muhammadiyah juga mengirimkan mobil dapur umum yang akan diperbantukan untuk menyiapkan makanan siap saji bagi warga terdampak maupun para relawan yang bertugas di lapangan.
Bantuan tersebut akan dibagi menjadi dua titik yaitu satu di pos pelayanan dari arah Kabupaten Lumajang dan di arah Kabupaten Malang.
Pembagian ini dilakukan karena terputusnya akses jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Malang akibat jebolnya Jembatan Geladak Perak setelah diterjang aliran lahar Semeru.
Sementara itu, Koordinator Tanggap Darurat, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi (TDRR) PP Muhammadiyah Indrayanto mengatakan MDMC juga menerjunkan Emergency Medical Team (EMT) nasionalnya ke Semeru.
"Kami menerjunkan EMT Nasional MDMC sebagai tanggung jawab Muhammadiyah untuk misi kesehatan membantu warga terdampak erupsi Semeru. Untuk ini kami terus berkoordinasi dengan MDMC Jawa Timur terkait dengan teknisnya di lapangan," katanya.
Menurutnya, MDMC Jawa Timur juga bertugas memobilisasi sumber daya dan bantuan untuk membantu masyarakat di pos layanan yang sudah berdiri di Kabupaten Lumajang dan Malang.
Personel EMT sudah melaksanakan respons medis awal dari Minggu pagi yang berasal dari RS Aisyiyah Probolinggo. Mereka melaksanakan layanan di Desa Sumberwuluh dan Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Tim dari RS Aisyiyah menemukan banyak warga yang mengeluhkan sakit diare dan pusing-pusing karena diduga banyak menghirup bau belerang yang keluar bersamaan dengan erupsi Semeru.
"Pengobatan dilaksanakan hingga malam hari karena beberapa dusun di kawasan tersebut belum tersentuh bantuan relawan," kata dia.
Rumah Sakit Muhammadiyah Aisyiyah (RSMA) dari Blitar, Kediri, Malang, Lamongan, dan Bojonegoro juga bergabung menerjunkan tim medis.
Mereka yang dikirim adalah tenaga medis yang sudah berpengalaman terjun dalam penanganan darurat bencana di berbagai daerah di Indonesia.
"Sekarang ini masih pandemi COVID-19, sehingga kami nyatakan ini bencana multihazard. Oleh karena itu relawan yang kami kirimkan harus tetap menjaga protokol kesehatan," ujar Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Budi Setiawan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.
Bantuan logistik yang dikirimkan berupa famili kit sebanyak 500 kontainer, logistik COVID-19 berupa 15 ribu masker, handsanitizer, sarung tangan, obat-obatan dan barang medis lainnya. Family kit ini berupa alat perlengkapan mandi.
Muhammadiyah juga mengirimkan mobil dapur umum yang akan diperbantukan untuk menyiapkan makanan siap saji bagi warga terdampak maupun para relawan yang bertugas di lapangan.
Bantuan tersebut akan dibagi menjadi dua titik yaitu satu di pos pelayanan dari arah Kabupaten Lumajang dan di arah Kabupaten Malang.
Pembagian ini dilakukan karena terputusnya akses jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Malang akibat jebolnya Jembatan Geladak Perak setelah diterjang aliran lahar Semeru.
Sementara itu, Koordinator Tanggap Darurat, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi (TDRR) PP Muhammadiyah Indrayanto mengatakan MDMC juga menerjunkan Emergency Medical Team (EMT) nasionalnya ke Semeru.
"Kami menerjunkan EMT Nasional MDMC sebagai tanggung jawab Muhammadiyah untuk misi kesehatan membantu warga terdampak erupsi Semeru. Untuk ini kami terus berkoordinasi dengan MDMC Jawa Timur terkait dengan teknisnya di lapangan," katanya.
Menurutnya, MDMC Jawa Timur juga bertugas memobilisasi sumber daya dan bantuan untuk membantu masyarakat di pos layanan yang sudah berdiri di Kabupaten Lumajang dan Malang.
Personel EMT sudah melaksanakan respons medis awal dari Minggu pagi yang berasal dari RS Aisyiyah Probolinggo. Mereka melaksanakan layanan di Desa Sumberwuluh dan Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Tim dari RS Aisyiyah menemukan banyak warga yang mengeluhkan sakit diare dan pusing-pusing karena diduga banyak menghirup bau belerang yang keluar bersamaan dengan erupsi Semeru.
"Pengobatan dilaksanakan hingga malam hari karena beberapa dusun di kawasan tersebut belum tersentuh bantuan relawan," kata dia.
Rumah Sakit Muhammadiyah Aisyiyah (RSMA) dari Blitar, Kediri, Malang, Lamongan, dan Bojonegoro juga bergabung menerjunkan tim medis.
Mereka yang dikirim adalah tenaga medis yang sudah berpengalaman terjun dalam penanganan darurat bencana di berbagai daerah di Indonesia.
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
F-PKS serahkan hasil potong gaji untuk korban letusan Gunung Semeru
21 December 2021 14:01 WIB, 2021
Polda Jatim turunkan 14 alat berat bantu evakuasi korban APG Semeru
08 December 2021 15:20 WIB, 2021
Tim DVI Polri terima 30 jenazah korban erupsi letusan Gunung Semeru
07 December 2021 16:48 WIB, 2021
Presiden Jokowi beri santunan keluarga korban meninggal dunia dampak Semeru
07 December 2021 15:17 WIB, 2021
Kapolri minta jajaran berikan perhatian khusus korban erupsi Semeru
07 December 2021 13:52 WIB, 2021
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemprov Papua Pegunungan dukung pembukaan lahan pertanian 800 hektare di Jayawijaya
22 April 2026 11:40 WIB
Wali Kota Jayapura serahkan bantuan keagamaan Rp100 juta bagi TK di Kotaraja
20 April 2026 19:01 WIB