Jayapura (ANTARA) - Gerakan Pemuda (GP) Ansor bersama Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) mendorong keberagaman dalam beragama yang terjalin harmonis di tanah Papua dijaga dengan baik.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) GP Ansor Koordinator Wilayah (Korwil) Papua, Papua Barat dan Maluku Amir M. Madubun di Jayapura, Kamis, mengatakan keberagaman dalam agama ini harus dipertahankan dan dirawat sejak dini.
"Oleh karena itu, bersama DPR Papua kami ingin toleransi beragama yang sudah ada dipertahankan dengan baik sehingga keberagaman tetap terjaga," katanya.
Menurut Amir, jalinan toleransi dan pluralisme diwujudkan dalam bentuk silahturahmi yang baik sehingga pihaknya pun menetapkan Wakil Ketua I DPR Papua Yunus Wonda sebagai warga kehormatan.
"Kami berharap setelah menjadi warga kehormatan dan menjadi bagian dari GP Ansor maka ke depan setiap kebijakan dapat berjalan bersinergi," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya ingin bersama-sama menjaga Papua sehingga diharapkan dengan keberadaan warga kehormatan ini dapat membina toleransi beragama yang sudah ada.
"Apalagi rencananya kami akan dilibatkan dalam pengamanan rumah-rumah ibadah ketika Natal, dan ini menjadi salah satu bentuk toleransi beragama yang ingin dipupuk dengan baik," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPR Papua Yunus Wonda mengatakan merupakan sebuah kebanggaan tersendiri menjadi bagian dari GP Ansor.
"Menjadi warga kehormatan merupakan bentuk silahturahmi dari keberagaman yang dimiliki Papua, di mana hal ini harus dijaga," katanya.
Dia menambahkan pihaknya mengharapkan perpecahan dapat dihindari karena upaya silahturahmi yang dijaga dengan baik melalui toleransi beragama seperti GP Ansor yang ikut berpartisipasi dalam membantu pengamanan ibadah Natal.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) GP Ansor Koordinator Wilayah (Korwil) Papua, Papua Barat dan Maluku Amir M. Madubun di Jayapura, Kamis, mengatakan keberagaman dalam agama ini harus dipertahankan dan dirawat sejak dini.
"Oleh karena itu, bersama DPR Papua kami ingin toleransi beragama yang sudah ada dipertahankan dengan baik sehingga keberagaman tetap terjaga," katanya.
Menurut Amir, jalinan toleransi dan pluralisme diwujudkan dalam bentuk silahturahmi yang baik sehingga pihaknya pun menetapkan Wakil Ketua I DPR Papua Yunus Wonda sebagai warga kehormatan.
"Kami berharap setelah menjadi warga kehormatan dan menjadi bagian dari GP Ansor maka ke depan setiap kebijakan dapat berjalan bersinergi," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya ingin bersama-sama menjaga Papua sehingga diharapkan dengan keberadaan warga kehormatan ini dapat membina toleransi beragama yang sudah ada.
"Apalagi rencananya kami akan dilibatkan dalam pengamanan rumah-rumah ibadah ketika Natal, dan ini menjadi salah satu bentuk toleransi beragama yang ingin dipupuk dengan baik," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPR Papua Yunus Wonda mengatakan merupakan sebuah kebanggaan tersendiri menjadi bagian dari GP Ansor.
"Menjadi warga kehormatan merupakan bentuk silahturahmi dari keberagaman yang dimiliki Papua, di mana hal ini harus dijaga," katanya.
Dia menambahkan pihaknya mengharapkan perpecahan dapat dihindari karena upaya silahturahmi yang dijaga dengan baik melalui toleransi beragama seperti GP Ansor yang ikut berpartisipasi dalam membantu pengamanan ibadah Natal.