AHY kalem tanggapi dukungan maju pilpres dengan Anies Baswedan
Kamis, 24 Maret 2022 12:28 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berada di Danau di Ateh, Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumbar, Kamis (24/3/2022). ANTARA/Fathul Abdi
Padang (ANTARA) - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhyono (AHY) menanggapi dengan kalem saat dirinya dijodoh-jodohkan dengan Anies Baswedan sebagai pasangan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
"Jika ada dukungan dan ada yang mendeklarasikan maka kami menyambutnya dengan baik, sebab itu aspirasi dari masyarakat," kata AHY, di Padang, Sumatera Barat, Kamis, saat menggelar jumpa pers usai melakukan safari selama empat hari berturut-turut di daerah Sumbar.
Namun demikian, ia tidak ingin membantah ataupun merespons lebih jauh soal kemungkinan dirinya berduet dengan Gubernur DKI Jakarta tersebut, karena masih ada 23 bulan lagi menjelang Pilpres 2024.
"Suasana (politik) pun masih sangat cair dan dinamis, kami terus mengikuti setiap perkembangan yang terjadi dari bulan ke bulan," katanya pula.
AHY menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukungnya maju bersama Anies dalam Pilpres 2024, bahkan mendeklarasikannya.
Salah satu deklarasi tersebut juga muncul di Sumbar beberapa waktu yang lalu.
Sejalan dengan hal tersebut, ia mengatakan Demokrat saat ini juga telah mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah partai serta tokoh nasional menjelang Pilpres 2024.
"Mengenai pemilihan presiden itu kompleks, sampai saat ini kami terus berikhtiar untuk membangun komunikasi dengan sejumlah partai serta figur nasional," kata putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu pula.
Namun AHY belum mau mengungkapkan partai mana dan siapa saja tokoh yang sudah didekati sampai saat ini, karena menurutnya pergerakan politik masih dinamis.
Ia mengatakan komunikasi dengan partai lain diperlukan agar bisa mengusung calon dalam Pilpres 2024, mengingat adanya ketentuan ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden (presidential threshold) sebesar 20 persen.
"Mengingat ketentuan ambang batas tersebut, maka Demokrat harus mencari koalisi dengan partai lain untuk bisa mengusung calon dalam pilpres," katanya lagi.
AHY juga mengingatkan kepada seluruh kader Demokrat agar menyiapkan mesin partai untuk menyongsong pesta demokrasi yang tinggal sekitar 23 bulan lagi, agar perjuangan bisa berjalan dengan efektif melalui kerja keras, dedikasi waktu serta pikiran untuk memenangkan hati dan pikiran masyarakat.
"Jika ada dukungan dan ada yang mendeklarasikan maka kami menyambutnya dengan baik, sebab itu aspirasi dari masyarakat," kata AHY, di Padang, Sumatera Barat, Kamis, saat menggelar jumpa pers usai melakukan safari selama empat hari berturut-turut di daerah Sumbar.
Namun demikian, ia tidak ingin membantah ataupun merespons lebih jauh soal kemungkinan dirinya berduet dengan Gubernur DKI Jakarta tersebut, karena masih ada 23 bulan lagi menjelang Pilpres 2024.
"Suasana (politik) pun masih sangat cair dan dinamis, kami terus mengikuti setiap perkembangan yang terjadi dari bulan ke bulan," katanya pula.
AHY menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukungnya maju bersama Anies dalam Pilpres 2024, bahkan mendeklarasikannya.
Salah satu deklarasi tersebut juga muncul di Sumbar beberapa waktu yang lalu.
Sejalan dengan hal tersebut, ia mengatakan Demokrat saat ini juga telah mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah partai serta tokoh nasional menjelang Pilpres 2024.
"Mengenai pemilihan presiden itu kompleks, sampai saat ini kami terus berikhtiar untuk membangun komunikasi dengan sejumlah partai serta figur nasional," kata putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu pula.
Namun AHY belum mau mengungkapkan partai mana dan siapa saja tokoh yang sudah didekati sampai saat ini, karena menurutnya pergerakan politik masih dinamis.
Ia mengatakan komunikasi dengan partai lain diperlukan agar bisa mengusung calon dalam Pilpres 2024, mengingat adanya ketentuan ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden (presidential threshold) sebesar 20 persen.
"Mengingat ketentuan ambang batas tersebut, maka Demokrat harus mencari koalisi dengan partai lain untuk bisa mengusung calon dalam pilpres," katanya lagi.
AHY juga mengingatkan kepada seluruh kader Demokrat agar menyiapkan mesin partai untuk menyongsong pesta demokrasi yang tinggal sekitar 23 bulan lagi, agar perjuangan bisa berjalan dengan efektif melalui kerja keras, dedikasi waktu serta pikiran untuk memenangkan hati dan pikiran masyarakat.
Pewarta : Laila Syafarud
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolda Papua: 92 TPS di Kabupaten Paniai gelar pemungutan suara susulan
26 February 2024 17:31 WIB, 2024
Ketua KPU Papua: 256 TPS alami kendala laporan pemilu karena telekomunikasi
21 February 2024 15:16 WIB, 2024
KPU Keerom jadwalkan pemungutan suara susulan Kampung Milki pada Jumat
15 February 2024 17:41 WIB, 2024
Pasangan Prabowo-Gibran meraih suara terbanyak sementara di Biak Numfor
15 February 2024 2:53 WIB, 2024
Kasdim 1710/Mimika: Tiga helikopter TNI angkut logistik Pemilu 2024 ke Jila
12 February 2024 17:54 WIB, 2024
Diskominfo Biak pastikan koneksi internet 19 distrik saat Pemilu 2024
30 January 2024 12:01 WIB, 2024
Capres Prabowo Subianto terharu didukung komunitas ojek daring di Pilpres
21 January 2024 16:09 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Menteri Pigai ingatkan kesadaran HAM harus dibangun masif dari kampus Papua
20 January 2026 4:47 WIB