Merauke (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, Provinsi Papua menyebut pembagian 10 juta bendera merah putih di wilayah setempat akan semakin menggelorakan semangat kemerdekaan RI.
 
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merauke Ruslan Ramli di Merauke, Rabu, mengatakan masyarakat setempat siap mensukseskan kegiatan gerakan pembagian 10 juta bendera merah putih.
 
"Seluruh etnis Nusantara di Tanah Anim Ha akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut," katanya. 
 
Menurut Ruslan, pihaknya berharap melalui kegiatan tersebut, akan semakin menggelorakan semangat kemerdekaan di mana dalam rangka menyukseskan gerakan pembagian 10 juta bendera merah putih guna menyemarakkan HUT ke-77 Kemerdekaan RI, pihaknya siap menyambut kedatangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian dengan memerahputihkan Kota Merauke.

Sebelumnya, Direktur Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan Dirjen Polpum Kemendagri Drajat Wisnu Setyawan mengatakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian akan meluncurkan gerakan pembagian 10 juta bendera merah putih di Monumen Kapsul Waktu, Kabupaten Merauke yang ditetapkan sebagai ibu kota salah satu DOB di Papua yakni Provinsi Papua Selatan pada 12 Agustus 2022.
 
"Hal tersebut untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)," katanya.
 
Dia menjelaskan gerakan pembagian 10 juta bendera merah putih ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air.
 
"Selain itu juga kami berusaha untuk meningkatkan semangat nasionalisme masyarakat Indonesia," ujarnya.
 
Dia menambahkan, gerakan tersebut merupakan imbauan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.
 
Sekadar diketahui, telah dilakukan rapat koordinasi jelang program gerakan pembagian 10 juta bendera merah putih bersama forkompinda Provinsi Papua, Pemkab Merauke, Direktur Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan Dirjen Polpum Kemendagri Drajat Wisnu Setyawan yang bertempat di Aula Kantor Bupati Merauke, Rabu (10/8).

Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor : Hendrina Dian Kandipi
Copyright © ANTARA 2024