Sekolah Adat Negeri Papua perkuat bahasa ibu bagi 91 guru Sentani
Selasa, 21 November 2023 17:27 WIB
Bimtek penggunaan modul bahan ajar pada satuan pendidikan SD-SMA/SMK dan sederajat yang berlangsung di Sentani, Kabupaten Jayapura pada Selasa (21/11) dan Rabu (22/11) 2023. (ANTARA/Yudhi Efendi)
Sentani (ANTARA) - Sekolah Adat Negeri Papua memperkuat bahasa ibu wilayah adat Buyakha (Sentani) bagi 91 guru di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Direktur Sekolah Adat Negeri Papua Origenes Monim kepada ANTARA di Sentani, Selasa, mengatakan bimbingan teknis penggunaan modul bahan ajar pada satuan pendidikan SD-SMA/SMK dan sederajat telah tiga kali dilakukan dengan jumlah peserta sebanyak 91 orang dengan target 140 orang.
“Tujuan dari bimtek ini melatih para guru untuk mengajar muatan lokal melalui bahasa ibu di SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK di Kabupaten Jayapura,” katanya.
Menurut Origenes, guru-guru yang mengikuti kegiatan ini akan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di sekolah mereka masing-masing.
"Indikator penilaian kurikulum muatan lokal bahasa ibu Sentani akan dilakukan guru-guru ini sebelum diterapkan ke peserta didik,” ujarnya.
Dia menjelaskan pendidikan bahasa ibu yang kini diterapkan di semua jenjang pendidikan di Sentani dilakukan dengan motode pendidikan adat.
“Sekolah adat sudah terintegrasi dengan sekolah formal sehingga tugas kami agak sedikit ringan hanya dengan memasukkan ke kurikulum muatan lokal bahasa ibu di sekolah-sekolah,” katanya.
Origenes menambahkan, dengan terintegrasinya sekolah yang ada ke dalam sekolah formal maka cakupan mengenai adat, budaya serta perilaku diajarkan melalui sekolah adat.
Sekolah Adat Negeri Papua bekerja sama dengan Samdhana Institut Indonesia saat ini terlibat dalam proses pembimbingan penggunaan modul bahan ajar perangkat pembelajaran bahasa ibu di wilayah Dewan Adat Suku (DAS) Mamta/Tabi Kabupaten Jayapura.
Direktur Sekolah Adat Negeri Papua Origenes Monim kepada ANTARA di Sentani, Selasa, mengatakan bimbingan teknis penggunaan modul bahan ajar pada satuan pendidikan SD-SMA/SMK dan sederajat telah tiga kali dilakukan dengan jumlah peserta sebanyak 91 orang dengan target 140 orang.
“Tujuan dari bimtek ini melatih para guru untuk mengajar muatan lokal melalui bahasa ibu di SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK di Kabupaten Jayapura,” katanya.
Menurut Origenes, guru-guru yang mengikuti kegiatan ini akan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di sekolah mereka masing-masing.
"Indikator penilaian kurikulum muatan lokal bahasa ibu Sentani akan dilakukan guru-guru ini sebelum diterapkan ke peserta didik,” ujarnya.
Dia menjelaskan pendidikan bahasa ibu yang kini diterapkan di semua jenjang pendidikan di Sentani dilakukan dengan motode pendidikan adat.
“Sekolah adat sudah terintegrasi dengan sekolah formal sehingga tugas kami agak sedikit ringan hanya dengan memasukkan ke kurikulum muatan lokal bahasa ibu di sekolah-sekolah,” katanya.
Origenes menambahkan, dengan terintegrasinya sekolah yang ada ke dalam sekolah formal maka cakupan mengenai adat, budaya serta perilaku diajarkan melalui sekolah adat.
Sekolah Adat Negeri Papua bekerja sama dengan Samdhana Institut Indonesia saat ini terlibat dalam proses pembimbingan penggunaan modul bahan ajar perangkat pembelajaran bahasa ibu di wilayah Dewan Adat Suku (DAS) Mamta/Tabi Kabupaten Jayapura.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dekranasda dorong masyarakat adat Jayawijaya peroleh perlindungan kekayaan intelektual
03 March 2026 11:24 WIB
Pemprov Papua sebut tokoh adat jadi jembatan aspirasi pemerintah dan rakyat
15 February 2026 10:48 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemprov tegaskan "Bangga Kencana" jadi pilar utama pembangunan keluarga Papua
15 April 2026 7:04 WIB