FKLN: Warga Nusantara membantu jaga keamanan lingkungan
Jumat, 29 Desember 2023 16:46 WIB
Wakil Ketua Forum Komunikasi Lintas Nusantara (FKLN) di Papua Yonas Nussi didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan. (ANTARA/Evarukdijati)
Jayapura (ANTARA) - Wakil Ketua Forum Komunikasi Lintas Nusantara (FKLN) di Papua Yonas Nussi mengatakan aksi penyisiran (sweeping) yang dilakukan warga Nusantara, Kamis malam hingga Jumat dini hari itu, untuk menjaga lingkungan dari aksi yang dilakukan sekelompok massa yang diduga melakukan tindak kriminal.
Aksi yang dilakukan mereka (warga nusantara) yang berada di beberapa lokasi di Kota Jayapura semata-mata untuk menjaga jiwa dan tempat usaha mereka dari berbagai aksi seperti yang terjadi di tahun 2019 lalu.
"Namun, pihaknya tetap meminta agar warga tidak melakukan aksi yang dapat menimbulkan dampak meluas," kata Yonas Nussi seusai mengikuti pertemuan dengan Pangdam XVII/Cenderawasih di Jayapura, Jumat.
Dikatakan, awalnya masyarakat nusantara aman saat prosesi pengantaran jenazah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe berlangsung, namun setelah terjadinya aksi pembakaran menyebabkan warga langsung bersiaga di sekitar pemukiman.
Baca juga: Tokoh adat apresiasi tertibnya pengiring jenazah Enembe di Kampung Harapan
Baca juga: Pangdam XVII/Cenderawasih: KNPB dalang kerusuhan di Jayapura
Tidak ada yang terprovokasi dengan isu karena apa yang dilakukan kelompok tersebut memang sekedar menjaga diri, keluarga dan tempat tinggal serta usaha.
"Tidak ada aksi pengejaran terhadap warga asli Papua, bila memang ada silahkan laporkan karena berbagai kegiatan yang dilakukan itu semata-mata untuk menjaga lingkungan dan keluarga dari aksi anarkis," kata Yonas Nussi.
Sementara itu Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan mengatakan aksi kerusuhan yang terjadi Kamis (28/12) di Kota Jayapura didalangi KNPB dan ULMWP.
Kelompok itu menyusup di tengah-tengah masyarakat dan keluarga yang mengiringi perjalanan jenazah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe dari STAKIN Sentani ke kediaman pribadinya yang berlokasi di Kota Tengah dan berupaya memprovokasi.
Ada yang menginginkan Papua kacau, namun hal itu tidak terwujud karena TNI-Polri bertindak secara terukur sesuai undang -undang yang berlaku.
"Masyarakat diharap tetap tenang karena TNI-Polri berupaya memberikan dan mewujudkan rasa aman," kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan.*
Baca juga: Ikemal Papua imbau warga Maluku tenang di masa perkabungan Enembe
Baca juga: Keluarga Lukas Enembe minta maaf atas aksi pembakaran di Jayapura
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: FKLN: Warga nusantara bantu jaga keamanan lingkungan
Aksi yang dilakukan mereka (warga nusantara) yang berada di beberapa lokasi di Kota Jayapura semata-mata untuk menjaga jiwa dan tempat usaha mereka dari berbagai aksi seperti yang terjadi di tahun 2019 lalu.
"Namun, pihaknya tetap meminta agar warga tidak melakukan aksi yang dapat menimbulkan dampak meluas," kata Yonas Nussi seusai mengikuti pertemuan dengan Pangdam XVII/Cenderawasih di Jayapura, Jumat.
Dikatakan, awalnya masyarakat nusantara aman saat prosesi pengantaran jenazah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe berlangsung, namun setelah terjadinya aksi pembakaran menyebabkan warga langsung bersiaga di sekitar pemukiman.
Baca juga: Tokoh adat apresiasi tertibnya pengiring jenazah Enembe di Kampung Harapan
Baca juga: Pangdam XVII/Cenderawasih: KNPB dalang kerusuhan di Jayapura
Tidak ada yang terprovokasi dengan isu karena apa yang dilakukan kelompok tersebut memang sekedar menjaga diri, keluarga dan tempat tinggal serta usaha.
"Tidak ada aksi pengejaran terhadap warga asli Papua, bila memang ada silahkan laporkan karena berbagai kegiatan yang dilakukan itu semata-mata untuk menjaga lingkungan dan keluarga dari aksi anarkis," kata Yonas Nussi.
Sementara itu Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan mengatakan aksi kerusuhan yang terjadi Kamis (28/12) di Kota Jayapura didalangi KNPB dan ULMWP.
Kelompok itu menyusup di tengah-tengah masyarakat dan keluarga yang mengiringi perjalanan jenazah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe dari STAKIN Sentani ke kediaman pribadinya yang berlokasi di Kota Tengah dan berupaya memprovokasi.
Ada yang menginginkan Papua kacau, namun hal itu tidak terwujud karena TNI-Polri bertindak secara terukur sesuai undang -undang yang berlaku.
"Masyarakat diharap tetap tenang karena TNI-Polri berupaya memberikan dan mewujudkan rasa aman," kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan.*
Baca juga: Ikemal Papua imbau warga Maluku tenang di masa perkabungan Enembe
Baca juga: Keluarga Lukas Enembe minta maaf atas aksi pembakaran di Jayapura
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: FKLN: Warga nusantara bantu jaga keamanan lingkungan
Pewarta : Evarukdijati
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Papua Pegunungan minta pendataan OAP lebihoptimal di delapan kabupaten
31 December 2025 12:04 WIB
KPK sebut kerugian negara mencapai Rp1,2 triliun dari kasus dana operasional Papua
11 June 2025 19:53 WIB
IDI Jayawijaya minta polisi usut tuntas pemukulan dokter RSUD Mamteng
11 November 2024 20:34 WIB, 2024
Pj Bupati Jayapura: Pemerintah kampung terdepan sejahterakan masyarakat
09 September 2024 14:06 WIB, 2024
Polresta Jayapura: Pelaku pembakaran ruko dan faskes Korem 172 ditangkap
22 January 2024 15:40 WIB, 2024
Kapolda Irjen Fakhiri: Bareskrim tangkap pemilik akun sebar ujaran kebencian
31 December 2023 19:29 WIB, 2023