Jayapura (ANTARA) - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura mencatat sekitar 1.000 orang warga Papua Nugini (PNG) selalu melintas untuk berbelanja pada setiap hari Selasa yang merupakan hari pasar di Kampung Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.
"Setiap hari Selasa yang merupakan hari pasar di Skouw, dan ribuan warga PNG masuk melalui pos lintas batas negara (PLBN) untuk berbelanja di pasar itu," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura Sutejo, di Jayapura, Rabu.
Dia mengatakan warga PNG itu masuk ke wilayah Indonesia melalui PLBN Skouw dengan membawa dokumen, baik kartu pas lintas batas tradisional yang berlaku bagi warga kedua negara yang bermukim di perbatasan ataupun surat keterangan dari PNG bagi mereka yang belum memiliki pas lintas batas.
Sutejo menjelaskan dokumen berupa kartu pas lintas batas itu hanya berlaku hingga ke wilayah Skouw, sementara bagi warga yang memiliki paspor dan dilengkapi visa bisa masuk hingga ke Kota Jayapura.
Menurut dia, banyaknya warga PNG yang berbelanja di Pasar Skouw yang berjarak sekitar 300 meter dari PLBN itu karena selain banyak pilihan barang, juga harganya relatif lebih murah dibanding pasar di PNG.
Dia mengatakan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura yang berdiri sejak tahun 2024 telah menerbitkan 3.488 kartu pas lintas batas untuk warga Indonesia yang memiliki sanak keluarga di PNG.
Secara terpisah, Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw Ni Luh Puspa Jayaningsih mengatakan Pasar Skouw yang dibangun dekat dengan PLBN Skouw menjadi sasaran bagi warga PNG untuk berbelanja guna memenuhi kebutuhan mereka.
Ribuan warga PNG itu selain berbelanja kebutuhan sehari-hari,kata dia, juga barang lain seperti elektronik dan berbagai kebutuhan lainnya.
"Pasar Skouw yang berjarak sekitar 300 meter dari PLBN itu memang menjadi sasaran bagi warga PNG yang ingin berbelanja untuk memenuhi kebutuhan mereka," kata Ni Luh Puspa Jayaningsih.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 1.000 warga PNG setiap hari Selasa berbelanja di Pasar Skouw Papua