Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua menyebut pelaksanaan penganugerahan kebudayaan bagi seniman dan budayawan setempat sebagai bentuk upaya pelestarian budaya lokal daerah ini.
Pelaksana Tugas Sekda Kota Jayapura Evert Merauje dalam kegiatan penyerahan Penganugerahan Kebudayaan Wali Kota Jayapura 2025 bagi seniman dan budayawan di Jayapura, Rabu, mengatakan kebudayaan merupakan identitas sebuah masyarakat dan melalui budaya seluruh warga bisa mengenali asal-usul, nilai, dan tradisi yang menjadi akar kuat kehidupan bersama.
"Sehingga penganugerahan ini bukan hanya sebuah acara formal tetapi juga momentum untuk merayakan dedikasi dan kerja keras seseorang dalam melestarikan warisan budaya lokal dan dapat memajukan kebudayaan 'Port Numbay' julukan Kota Jayapura," katanya.
Menurut Evert, pemberian penghargaan kebudayaan ini juga merupakan bentuk apresiasi Pemkot Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat kepada berbagai pihak yang berprestasi atau berkontribusi dalam upaya pemajuan kebudayaan.
"Ini juga adalah bentuk penghormatan terhadap warisan dan keunikan yang telah dikembangkan bersama sebagai sebuah komunitas di Kota Jayapura," ujarnya.
Dia menjelaskan kebudayaan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan dengan demikian melalui seni, musik, tarian dan berbagai ekspresi kreatif lainnya pemerintah daerah setempat mampu menggambarkan keragaman dan keindahan yang membuat Kota Jayapura lebih istimewa.
Penghargaan kebudayaan diberikan kepada 10 individu, komunitas, lembaga, dan grup diantaranya kategori pelestari sebanyak tiga orang konsisten melindungi, mengembangkan, melestarikan dan memanfaatkan obyek pemajuan kebudayaan dan telah berkarya di bidang kebudayaan minimal 10 tahun.
Kategori pelopor dan pembaru di mana yang diberikan oleh Wali Kota Jayapura kepada individu/komunitas/lembaga yang menciptakan gagasan dan karya budaya yang memiliki nilai-nilai kemanusiaan, menunjukkan nilai kepoloporan yang menjadi inspirasi monumental bagi masyarakat, serta berkontribusi pada konteks kemajuan bidang budaya serta menunjukkan konsistensi, komitmen, loyalitas dan kontinuitas di bidang kebudayaan minimal 10 tahun.
kategori masyarakat adat yakni Kampung Skouw Yambe dan Kategori Maestro Seni Tradisi kepada Yohanes Theodorus Yepese.