Jayapura (ANTARA) - Personel TNI dan Polri berupaya mengevakuasi jenazah para pendulang emas korban kekerasan kelompok kriminal bersenjata atau KKB di sekitar Camp Kali Fis, Kampung Kawe, Distrik Awinbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
Kepala Kepolisian Resor Boven Digoel Ajun Komisaris Besar Polisi Wisnu Perdana Putra yang dihubungi ANTARA dari Jayapura, Jumat, mengatakan saat ini pihaknya terus berkoordinasi untuk mengevakuasi korban dan para pendulang yang masih berada di lokasi.
"Meskipun masuk wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, namun lokasi itu lebih mudah dijangkau dari Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan," kata Wisnu.
Ia mengatakan bersama dengan Kodim 1711/BVD, jajarannya terus berkoordinasi dengan para pihak untuk mengevakuasi para pendulang dan korban.
Dari laporan yang diterima terungkap insiden itu berawal pada Senin (18/5) sekitar pukul 14.00 WIT, datang sekitar lima orang terduga pelaku yang mendatangi kamp korban dengan membawa senjata tajam jenis parang dan busur.
Para pelaku awalnya meminta makan dan minum serta dibuatkan kopi, namun saat korban beristirahat dan ada yang memperbaiki mesin penambangan, mereka menyerang dengan menggunakan senjata tajam dan memanah korban.
Akibat serangan itu, kata Wisnu, beberapa korban terluka dan dua orang meninggal.
Kemudian pada Selasa (19/5), diinformasikan jumlah korban bertambah lima orang dan kini tercatat 11 orang meninggal.
"Laporan terakhir ada 11 orang pendulang emas meninggal di Camp Kali Fis ," kata Kapolres.
Ia menambahkan proses evakuasi mengalami kendala karena masyarakat menutup jalur sungai, khususnya Sungai Pisang-Pisang, yang menjadi akses utama menuju Tanah Merah.
Jalur itu sempat dibuka setelah dilakukan koordinasi bersama masyarakat dan pihak koperasi pengelola, namun kembali ditutup.
Diperkirakan masih terdapat sekitar 100 hingga 150 orang pengungsi dan penambang yang berada di wilayah Kawe, baik di Kali Fis maupun Sungai Pisang-Pisang.
Evakuasi para pengungsi direncanakan menuju Dermaga Iwot hingga selanjutnya diamankan ke Markas Polres Boven Digoel untuk dilakukan pendataan, pemulihan trauma, serta pemeriksaan sebagai saksi.
"TNI, Polri bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk mengevakuasi para korban beserta pendulang dan mengidentifikasi," kata Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu.
Sebelumnya, KKB Kodap XVI Yahukimo dipimpin Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka dilaporkan menyerang lokasi penambangan emas ilegal di Korowai.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: TNI-Polri berupaya evakuasi jenazah pendulang dari Kampung Kawe