
KEPP Otsus Papua gelar pertemuan bahas kasus penembakan pilot Smart Air

Jayapura (ANTARA) - Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP Otsus Papua) telah melaksanakan rapat terbatas (ratas) guna membahas kasus penembakan pesawat Smart Air di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, Kabupaten, Boven Digoel.
"Rapat ini dilaksanakan karena istana kepresidenan meminta keterangan terkait penanganan masalah pasca-aksi penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menewaskan pilot dan kopilot di Danowage," katanya dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jayapura, Jumat.
Menurut Apolo, saat terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dengan KKB, maka petugas kesehatan di Kampung Danowage, Distrik Yaniruma, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat mengungsi.
"Sehingga kami langsung melakukan evakuasi masyarakat, termasuk 29 tenaga kesehatan," ujarnya.
Dia menjelaskan 29 tenaga medis tersebut dipulangkan dari Distrik Yaniruma ke Distrik Zenggo, Kabupaten Mappi, selanjutnya menuju ke Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.
"Sedangkan para ASN di Distrik Yaniruma juga telah dievakuasi ke Tanah Merah. Kami berharap situasi aman dan kondusif sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal," kata Gubernur Apolo Safanpo.
Dia menambahkan penanganan cepat yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan pasca-penembakan pilot dan kopilot Smart Air di Kabupaten Boven Digoel mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
