• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Logo Header Antaranews papua
Rabu, 21 Januari 2026
ANTARA News Papua
Logo Small Fixed Antaranews papua
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Wapres pastikan \"quick wins\" berjalan optimal di Papua Pegunungan

      Wapres pastikan "quick wins" berjalan optimal di Papua Pegunungan

      Rabu, 14 Januari 2026 15:39

      Kemendes PDT dorong pengembangan produk UMKM unggulan Jayawijaya

      Kemendes PDT dorong pengembangan produk UMKM unggulan Jayawijaya

      Senin, 5 Januari 2026 6:24

      Badan Geologi sebut 127 gunung berapi di Indonesia bersatus aktif

      Badan Geologi sebut 127 gunung berapi di Indonesia bersatus aktif

      Sabtu, 20 Desember 2025 8:43

      LKBN ANTARA meraih predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat

      LKBN ANTARA meraih predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat

      Senin, 15 Desember 2025 23:08

      Wartawan LKBN ANTARA meraih penghargaan Humas Kemenag Award 2025

      Wartawan LKBN ANTARA meraih penghargaan Humas Kemenag Award 2025

      Senin, 1 Desember 2025 23:19

  • Daerah
    • Pemkab Jayawijaya sebut gereja simbol perdamaian

      Pemkab Jayawijaya sebut gereja simbol perdamaian

      Pemkab Jayawijaya pastikan situasi Wamena kondusif

      Pemkab Jayawijaya pastikan situasi Wamena kondusif

      Wagub Deinas ingatkan ASN Papua Tengah untuk kedepankan loyalitas

      Wagub Deinas ingatkan ASN Papua Tengah untuk kedepankan loyalitas

      Pemkab-Dekranasda kolaborasi perkuat pelestarian budaya Jayawijaya

      Pemkab-Dekranasda kolaborasi perkuat pelestarian budaya Jayawijaya

      BGN dorong sektor pertanian Jayawijaya guna dukung program MBG

      BGN dorong sektor pertanian Jayawijaya guna dukung program MBG

  • Gaya Hidup
    • PMI Kabupaten Jayapura perkuat kerja sama untuk kegiatan donor darah

      PMI Kabupaten Jayapura perkuat kerja sama untuk kegiatan donor darah

      Pemkab Jayapura ajak seluruh elemen masyarakat perkuat nilai toleransi

      Pemkab Jayapura ajak seluruh elemen masyarakat perkuat nilai toleransi

      Kodim 1702 dukung pemda jaga kelestarian hutan di Kabupaten Jayawijaya

      Kodim 1702 dukung pemda jaga kelestarian hutan di Kabupaten Jayawijaya

      Lapas Abepura pastikan layanan pemasyarakatan berjalan sesuai aturan

      Lapas Abepura pastikan layanan pemasyarakatan berjalan sesuai aturan

      DKP harap pembangunan pelabuhan perikanan besar di wilayah utara Papua m

      DKP harap pembangunan pelabuhan perikanan besar di wilayah utara Papua m

  • Olahraga
    • Persipura Jayapura taklukkan Deltras 1-0

      Persipura Jayapura taklukkan Deltras 1-0

      Kapolda Papua apresiasi dua personel Polisi meraih prestasi di SEA Games

      Kapolda Papua apresiasi dua personel Polisi meraih prestasi di SEA Games

      Persipura Jayapura menang lawan Persela Lamongan 2-0

      Persipura Jayapura menang lawan Persela Lamongan 2-0

      PSSI Papua Pegunungan menetapkan tiga klub baru di kongres tahunan

      PSSI Papua Pegunungan menetapkan tiga klub baru di kongres tahunan

      Menko Polkam serahkan sarana olahraga kepada DPD KNPI Papua Pegunungan

      Menko Polkam serahkan sarana olahraga kepada DPD KNPI Papua Pegunungan

  • Hukum
    • Pemprov Papeg harap stabilitas keamanan kondusif di delapan kabupaten

      Pemprov Papeg harap stabilitas keamanan kondusif di delapan kabupaten

      Satgas Yonif 511/DY pasang instalasi listrik di rumah warga Nombome

      Satgas Yonif 511/DY pasang instalasi listrik di rumah warga Nombome

      KemenHAM dan Uncen teken MoU penguatan pendidikan HAM

      KemenHAM dan Uncen teken MoU penguatan pendidikan HAM

      Satgas Yonif 511/DY perkuat kerja bakti bersihkan Jalan Popome Lanni Jaya

      Satgas Yonif 511/DY perkuat kerja bakti bersihkan Jalan Popome Lanni Jaya

      Tim SAR gabungan temukan korban perahu tenggelam di Sungai Mamberamo

      Tim SAR gabungan temukan korban perahu tenggelam di Sungai Mamberamo

  • Politik
    • Pemprov Papua Tengah minta ASN taati jam kerja yang ditetapkan

      Pemprov Papua Tengah minta ASN taati jam kerja yang ditetapkan

      Menteri Pigai ingatkan kesadaran HAM harus dibangun masif dari kampus Papua

      Menteri Pigai ingatkan kesadaran HAM harus dibangun masif dari kampus Papua

      Pemprov Papua pastikan rekomendasi BPK ditindaklanjuti tepat waktu

      Pemprov Papua pastikan rekomendasi BPK ditindaklanjuti tepat waktu

      Kemendagri harap program quick wins di Papua Pegunungan berjalan optimal

      Kemendagri harap program quick wins di Papua Pegunungan berjalan optimal

      Pemprov Papua tanam jagung perkuat ketahanan pangan lokal

      Pemprov Papua tanam jagung perkuat ketahanan pangan lokal

  • Otonomi Khusus
    • Jamkrida Papua catat pendapatan 2025 capai Rp4 miliar

      Jamkrida Papua catat pendapatan 2025 capai Rp4 miliar

      Komite Eksekutif Papua dan Bappenas bahas percepatan pembangunan

      Komite Eksekutif Papua dan Bappenas bahas percepatan pembangunan

      Wagub Papua sebut HAM pilar transformasi pembangunan daerah

      Wagub Papua sebut HAM pilar transformasi pembangunan daerah

      Pemprov Papua perkuat kampung sebagai pusat pembangunan daerah

      Pemprov Papua perkuat kampung sebagai pusat pembangunan daerah

      Disdukcapil Jayawijaya programkan rekam KTP elektronik di sekolah

      Disdukcapil Jayawijaya programkan rekam KTP elektronik di sekolah

  • Ekonomi
    • BEI catat investor pasar modal Papua naik 25 ribu orang pada 2025

      BEI catat investor pasar modal Papua naik 25 ribu orang pada 2025

      Kanwil DJP catat 37,15 persen wajib pajak Papua aktifkan akun Coretax

      Kanwil DJP catat 37,15 persen wajib pajak Papua aktifkan akun Coretax

      Pemkab Jayawijaya dorong penerapan sistem digital transaksi keuangan

      Pemkab Jayawijaya dorong penerapan sistem digital transaksi keuangan

      Pemkab dorong pengembangan kampung wisata Aitok Jayawijaya

      Pemkab dorong pengembangan kampung wisata Aitok Jayawijaya

      DKP Papua sebut tiga kampung nelayan Merah Putih dibangun pada 2026

      DKP Papua sebut tiga kampung nelayan Merah Putih dibangun pada 2026

  • Internasional
    • PLBN Skouw siap dukung operasional angkutan lintas batas RI-PNG

      PLBN Skouw siap dukung operasional angkutan lintas batas RI-PNG

      Konsulat RI: Produk asal Indonesia mulai marak dijual di Papua Nugini

      Konsulat RI: Produk asal Indonesia mulai marak dijual di Papua Nugini

      Lantamal X  Jayapura serahkan enam WNA PNG ke Imigrasi

      Lantamal X Jayapura serahkan enam WNA PNG ke Imigrasi

      Kedubes RI mendampingi proses hukum 35 nelayan di Port Moresby-PNG

      Kedubes RI mendampingi proses hukum 35 nelayan di Port Moresby-PNG

      Konsul RI Vanimo: Empat WNI dilaporkan ditahan di Penjara Daru PNG

      Konsul RI Vanimo: Empat WNI dilaporkan ditahan di Penjara Daru PNG

  • Artikel
    • \"Sempe\" budaya Papua yang terancam dalam lingkaran wadah plastik

      "Sempe" budaya Papua yang terancam dalam lingkaran wadah plastik

      Natal menjadi simbol persatuan di Papua Pegunungan

      Natal menjadi simbol persatuan di Papua Pegunungan

      Bantuan Natal dan tahun baru hingga ke pelosok kampung terjauh di Kabupaten Jayapura

      Bantuan Natal dan tahun baru hingga ke pelosok kampung terjauh di Kabupaten Jayapura

      Perusda Jayapura tangkap peluang ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis

      Perusda Jayapura tangkap peluang ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis

      Melayani anak-anak tak berdaya di Lembah Baliem Papua Pegunungan

      Melayani anak-anak tak berdaya di Lembah Baliem Papua Pegunungan

  • Foto
    • LKBN ANTARA latih foto untuk UMKM Bangka Belitung

      LKBN ANTARA latih foto untuk UMKM Bangka Belitung

      Agrowisata Stroberi Napua

      Agrowisata Stroberi Napua

      Bandar Udara Wamena

      Bandar Udara Wamena

      Digitalisasi di lingkungan sekolah

      Digitalisasi di lingkungan sekolah

      Antara Biro Papua bersilahturahmi dengan Pendam XVII/Cenderawasih

      Antara Biro Papua bersilahturahmi dengan Pendam XVII/Cenderawasih

  • Video
    • Dinkes Kota Jayapura catat 147 ribu warga manfaatkan CKG pada 2025

      Dinkes Kota Jayapura catat 147 ribu warga manfaatkan CKG pada 2025

      Kementerian HAM-Uncen perkuat kolaborasi pendidikan dan riset HAM

      Kementerian HAM-Uncen perkuat kolaborasi pendidikan dan riset HAM

      Energi berkeadilan, PLN Papua mengaliri listrik 128 kampung pada 2025

      Energi berkeadilan, PLN Papua mengaliri listrik 128 kampung pada 2025

      Satgas Habema evakuasi 18 pekerja Freeport dari gangguan OPM di Mimika

      Satgas Habema evakuasi 18 pekerja Freeport dari gangguan OPM di Mimika

      BBPOM Jayapura temukan 147 produk pangan kedaluawarsa sepanjang 2025

      BBPOM Jayapura temukan 147 produk pangan kedaluawarsa sepanjang 2025

Logo Header Antaranews papua

Tambang pasir besi Pronggo dan stigma "wawia"

Oleh : Pewarta: Jeremias Rahadat id Tambang pasir besi Pronggo dan stigma wawia Senin, 9 Januari 2017 15:19 WIB

Image Print
Tambang pasir besi Pronggo dan stigma "wawia"

Aktivitas penambangan pasir besi di Kampung Pronggo, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. (Foto: Antara Papua/Jeremias Rahadat)

Masyarakat selalu bertanya-tanya, kapan perusahaan ini memberikan manfaat kepada kami. Sudah bertahun-tahun mereka datang merusak alam kami, tapi masyarakat tidak merasakan manfaat sedikitpun.

Bertahun-tahun masyarakat Kampung Pronggo, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua terbiasa mendengar deru mesin-mesin alat berat yang digunakan PT Megantara mengeruk pasir besi di wilayah tersebut.

Tepatnya, sejak 2013, warga Pronggo yang sebelumnya hanya mendengar kebisingan suara mesin perahu motor tempel dan generator listrik, kini semakin akrab dengan mesin-mesin peralatan tambang.

Saban hari, mereka terus menyaksikan sejumlah kapal besar berlabuh di bibir pantai Pronggo. Kehadiran kapal-kapal tersebut semakin marak seiring dengan mulai dieksploitasinya potensi mineral besi di Pronggo.

Keheranan warga Pronggo semakin bertambah, taatkala perusahaan pengelola tambang pasir besi juga mendatangkan puluhan orang asal "Negeri Tirai Bambu".

Orang-orang yang disebutkan berkulit putih, berambut lurus dan bermata sipit itu sangat kontras dengan perawakan orang-orang sekampung mereka atau warga Suku Kamoro pada umumnya yang berkulit hitam dan berambut keriting.

Lebih ironis lagi, "orang-orang pendatang baru" itu sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia. Mereka sama sekali tidak pernah melakukan kontak sosial dengan masyarakat setempat karena terkendala bahasa.

Kontak sosial dengan "orang-orang pendatang baru" tersebut dengan warga setempat praktis hanya bisa menggunakan bahasa isyarat.

Satu hal yang pasti, kehadiran kapal-kapal dan "orang-orang pendatang baru" itu membuat suasana dan situasi Kampung Pronggo yang dulunya sunyi senyap kini semakin heboh.

Apalagi pihak perusahaan mengerahkan sejumlah alat berat seperti exavator, loader dan lainnya untuk menyedot pasir-pasir besi dari bibir pantai kampung mereka.

Bahkan tak jarang, keberadaan alat-alat berat itu menggali material pasir besi tak jauh dari rumah penduduk.

Kondisi itu membuat pemandangan Kampung Pronggo tidak lagi seindah dulu dengan hamparan pasir putih pantainya yang sangat menakjubkan.

Di sana-sini terlihat lubang-lubang bekas galian. Belum lagi tumpukan-tumpukan material pasir menyerupai bukit-bukit di sekitar kampung yang sejatinya berada di kawasan dataran rendah itu membuat Pronggo benar-benar terlihat berbeda dari sebelumnya.

Merusak Warisan
Kehadiran PT Megantara dengan berbagai kecanggihan teknologinya dalam mengeksploitasi tambang pasir besi di Pronggo itu bukannya tanpa reaksi penolakan oleh warga setempat.

Hal itu tercermin dari pernyataan Kepala Kampung Pronggo Matheus Atapea.

"Masyarakat selalu bertanya-tanya, kapan perusahaan ini memberikan manfaat kepada kami. Sudah bertahun-tahun mereka datang merusak alam kami, tapi masyarakat tidak merasakan manfaat sedikitpun," tutur Matheus.

Lelaki paruh baya itu bahkan khawatir aktivitas pertambangan pasir besi Pronggo itu nantinya bakal memicu konflik sosial antarwarga setempat. Sebab warga Pronggo kini terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama setuju dengan adanya aktivitas pertambangan pasir besi karena dapat mengangkat derajat kesejahteraan warga setempat.

Namun kelompok lainnya justru tidak setuju lantaran eksploitasi pasir besi di Pronggo berdampak buruk bagi lingkungan sekitar, bahkan hanya membawa mala petaka bagi warga setempat di kemudian hari. Ekspolitasi tambang pasir besi Pronggo itu juga dinilai merusak warisan kekayaan alam Pronggo yang ditinggalkan nenek moyang mereka.

"Konflik tidak saja terjadi antarwarga Pronggo sendiri, tetapi juga warga dengan pekerja asing. Kasus seperti itu sudah terjadi beberapa kali," kata Matheus.

Guna meminimalisasi terjadinya konflik tersebut, dalam beberapa tahun terakhir di lokasi itu sudah hadir sejumlah aparat kepolisian. Namun kehadiran aparat kemanan yang selalu menenteng senjata laras panjang tersebut justru membuat warga setempat semakin cemas dan was-was.

Mantan Kapolres Mimika AKBP Yustanto Mudjiharso saat kunjungan kerja ke Pronggo beberapa waktu lalu mengajak warga stempat senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan. Yustanto yang kini sudah dimutasikan ke Polda Papua saat itu meminta warga Pronggo membantu aparat menjaga keamanan.

Namun imbauan tersebut tidak serta-merta menjamin bahwa konflik antarwarga Pronggo maupun konflikantarwarga Pronggo dengan pekerja asing tidak akan terjadi lagi.

Selama warga setempat belum memperoleh manfaat nyata dari kehadiran perusahaan yang mengeruk habis kekayaan alam mereka maka potensi keributan masih tetap terbuka lebar.

Lembaga Adat Tolak
Kehadiran PT Megantara dalam melakukan eksploitasi tambang pasir besi di Pronggo tersebut rupanya mendapat penolakan dari Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (LEMASKO).

Wakil Ketua LEMASKO Marianus Maknaipeku mengatakan eksploitasi pasir besi di Pronggo hanya akan membawa kerugian bagi warga Suku Kamoro yaitu rusaknya sumber daya alam.

"Sudah lama kami menolak perusahaan tambang pasir besi di Pronggo itu. Hanya saja sampai sekarang Pemkab Mimika seperti menutup mata dengan suara-suara penolakan dari masyarakat," kata Marianus.

Hal senada disampaikan anggota Komisi I DPR-Papua Mathea Mameyao. Mathea yang merupakan warga asli Suku Kamoro itu mendesak pemerintah segera menutup total semua aktivitas pertambangan pasir besi di Kampung Pronggo lantaran usaha itu tidak memberi keuntungan bagi masyarakat, tetapi hanya kepada pengusaha dan pihak-pihak tertentu saja.

Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang juga menyatakan kecewa terhadap PT Megantara yang dinilainya hanya mengejar keuntungan tapi tidak berbuat sesuatu untuk kehidupan masyarakat setempat.

"Masa` perusahaan sebesar ini beroperasi di Pronggo, tapi untuk bangun gedung sekolah saja tidak bisa," ujar Bassang saat bertatap muka dengan masyarakat Pronggo beberapa waktu lalu.

Hingga kini SD YPPK Pronggo hanya memiliki tiga ruang kelas. Padahal jumlah rombongan belajar di sekolah itu sebanyak enam rombongan belajar (kelas 1-6).

Melihat masifnya eksploitasi tambang pasir besi di Pronggo, menurut Bassang, sudah seharusnya kehidupan warga Pronggo jauh lebih sejahtera dibanding saat perusahaan belum hadir di kampung mereka.

Kepala Dinas Koperasi dan Ekonomi Kreatif Pemkab Mimika Cherly Lumenta mengakui hingga kini warga Pronggo belum mendapatkan manfaat dari usaha pertambangan pasir besi karena PT Megantara belum mengantongi izin ekspor dari Pemerintah Pusat.

Menurut dia, mineral pasir besi yang dikelola oleh PT Megantara hingga kini belum pernah diekspor ke mancanegara.

Banyak kalangan menduga aktivitas penambangan pasir besi di Pronggo hanyalah modus yang digunakan pihak perusahaan. Sesungguhnya yang mereka incar adalah potensi mineral emas yang cukup kaya di Pronggo dan kampung-kampung sekitar itu seperti Jera dan lainnya.

Selama ini, warga setempat banyak mendapatkan butiran emas dari sungai-sungai di sekitar Kampung Pronggo dengan melakukan pengolahan secara tradisional.

Stigma Wawia
Terlepas dari berbagai pro-kontra soal usaha pertambangan pasir besi di Pronggo itu, namun bagi Paramokani, salah seorang tokoh masyarakat Pronggo, warganya kini tidak lagi dipandang sebelah mata oleh orang Mimika pada umumnya.

Paramokani mengisahkan, dulu nenek moyang orang Pronggo selalu diberi stigma sebagai "Orang Wawia" (orang yang tidak memiliki dusun sagu) oleh warga Mimika lainnya.

Kondisi vegetasi hutan di Kampung Pronggo memang tidak seperti kampung-kampung di wilayah pesisir Mimika lainnya yang kaya akan hutan sagu. Sagu merupakan makanan pokok Suku Kamoro yang bermukim di sepanjang wilayah pesisir Mimika dan suku-suku pesisir Papua lainnya.

Bagi orang Pronggo, sebutan sebagai "Orang Wawia" yang disematkan pada diri mereka itu sangat memilukan hati.

"Di wilayah ini memang tidak ada dusun sagu karena sagu tidak tumbuh di sini. Orang-orang Mimika di wilayah lain sering menyebut kami dengan kata wawia," tuturnya.

Kehadiran perusahaan tambang pasir besi di Pronggo, katanya, sekaligus ingin mematahkan stigma "Orang Wawia" yang seolah-olah tidak memiliki potensi sumber daya alam yang dibanggakan di kampungnya.

"Kami ingin menunjukkan kepada orang Mimika yang lain bahwa kami orang Pronggo juga memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan. Kami punya potensi alam yang luar biasa yaitu pasir besi, emas, hutan, ikan, udang, karaka (kepiting) dan lainnya yang bisa menghidupi anak cucu kami," ujar Paramokani.

Bagaimana menjembatani kepentingan masyarakat Pronggo yang membutuhkan peningkatan kesejahteraan dari potensi kekayaan sumber daya alam yang mereka miliki dengan kepentingan perusahaan untuk mencari keuntungan dari eksploitasi tambang pasir besi dan dampaknya terhadap kelangsungan eksosistem lingkungan dan masa depan warga setempat.

Hal tersebut tentu menjadi perhatian serius bagi Pemkab Mimika maupun pihak-pihak terkait lainnya dalam mengambil kebijakan terhadap permasalahan ini. (*)


Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
  • facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • pinterest
Cetak

Berita Terkait

Gempa 5,1 SR guncang Jayapura Papua

Gempa 5,1 SR guncang Jayapura Papua

Selasa, 9 Desember 2014 0:02

  • Terpopuler
Komite Eksekutif Papua dan Bappenas bahas percepatan pembangunan

Komite Eksekutif Papua dan Bappenas bahas percepatan pembangunan

Jamkrida Papua catat pendapatan 2025 capai Rp4 miliar

Jamkrida Papua catat pendapatan 2025 capai Rp4 miliar

Pemkab-Dekranasda kolaborasi perkuat pelestarian budaya Jayawijaya

Pemkab-Dekranasda kolaborasi perkuat pelestarian budaya Jayawijaya

BGN dorong sektor pertanian Jayawijaya guna dukung program MBG

BGN dorong sektor pertanian Jayawijaya guna dukung program MBG

Kanwil DJP catat 37,15 persen wajib pajak Papua aktifkan akun Coretax

Kanwil DJP catat 37,15 persen wajib pajak Papua aktifkan akun Coretax

  • Top News
Pemkab Jayawijaya pastikan situasi Wamena kondusif

Pemkab Jayawijaya pastikan situasi Wamena kondusif

BEI catat investor pasar modal Papua naik 25 ribu orang pada 2025

BEI catat investor pasar modal Papua naik 25 ribu orang pada 2025

Satgas Yonif 511/DY pasang instalasi listrik di rumah warga Nombome

Satgas Yonif 511/DY pasang instalasi listrik di rumah warga Nombome

Jamkrida Papua catat pendapatan 2025 capai Rp4 miliar

Jamkrida Papua catat pendapatan 2025 capai Rp4 miliar

Kanwil DJP catat 37,15 persen wajib pajak Papua aktifkan akun Coretax

Kanwil DJP catat 37,15 persen wajib pajak Papua aktifkan akun Coretax

Video

Dinkes Kota Jayapura catat 147 ribu warga manfaatkan CKG pada 2025

Dinkes Kota Jayapura catat 147 ribu warga manfaatkan CKG pada 2025

Logo Footer Antaranews papua
papua.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Home
  • Terkini
  • Top News
  • Terpopuler
  • Nusantara
  • Nasional
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Hukum
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Otonomi Khusus
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Artikel
  • Foto
  • Video
  • Artikel
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA
  • Home
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Hukum
  • Politik
  • Otonomi Khusus
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Artikel
  • Foto
  • Video