• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Logo Header Antaranews papua
Kamis, 1 Januari 2026
ANTARA News Papua
Logo Small Fixed Antaranews papua
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Badan Geologi sebut 127 gunung berapi di Indonesia bersatus aktif

      Badan Geologi sebut 127 gunung berapi di Indonesia bersatus aktif

      Sabtu, 20 Desember 2025 8:43

      LKBN ANTARA meraih predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat

      LKBN ANTARA meraih predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat

      Senin, 15 Desember 2025 23:08

      Wartawan LKBN ANTARA meraih penghargaan Humas Kemenag Award 2025

      Wartawan LKBN ANTARA meraih penghargaan Humas Kemenag Award 2025

      Senin, 1 Desember 2025 23:19

      ANTARA salurkan bantuan bagi warga korban terdampak longsor di Jateng

      ANTARA salurkan bantuan bagi warga korban terdampak longsor di Jateng

      Senin, 1 Desember 2025 9:38

      Mensesneg Prasetyo Hadi berkomitmen untuk memperkuat Kantor Berita ANTARA

      Mensesneg Prasetyo Hadi berkomitmen untuk memperkuat Kantor Berita ANTARA

      Kamis, 30 Oktober 2025 19:28

  • Daerah
    • Pemprov Papua Selatan mendorong pengarusutamaan gender pada empat kabupaten

      Pemprov Papua Selatan mendorong pengarusutamaan gender pada empat kabupaten

      Pemprov Papua Pegunungan minta pendataan OAP lebihoptimal di delapan kabupaten

      Pemprov Papua Pegunungan minta pendataan OAP lebihoptimal di delapan kabupaten

      Pemkab Jayawijaya mendorong transparansi dalam penggunaan dana desa

      Pemkab Jayawijaya mendorong transparansi dalam penggunaan dana desa

      Pemprov Papua Selatan meningkatkan rasa nasionalisme bagi LMA

      Pemprov Papua Selatan meningkatkan rasa nasionalisme bagi LMA

      Pemprov Papua Selatan mendorong perluasan cukupan jaminan sosial ketenagakerjaan

      Pemprov Papua Selatan mendorong perluasan cukupan jaminan sosial ketenagakerjaan

  • Gaya Hidup
    • Gubernur Fakhiri minta TNI-Polri terus mencari korban kapal cepat di Yapen

      Gubernur Fakhiri minta TNI-Polri terus mencari korban kapal cepat di Yapen

      ANTARA Papua gelar jalan santai untuk memperingati HUT ke-88

      ANTARA Papua gelar jalan santai untuk memperingati HUT ke-88

      Gubernur: Program tatap muka warga di Papua menjadi evaluasi kebijakan publik

      Gubernur: Program tatap muka warga di Papua menjadi evaluasi kebijakan publik

      Ketua Adat Papua: Hari Raya Natal momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat

      Ketua Adat Papua: Hari Raya Natal momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat

      Kintal Rum Fararur meningkatkan literasi budaya siswa SMA/SMK se-Tanah Tabi

      Kintal Rum Fararur meningkatkan literasi budaya siswa SMA/SMK se-Tanah Tabi

  • Olahraga
    • Kapolda Papua apresiasi dua personel Polisi meraih prestasi di SEA Games

      Kapolda Papua apresiasi dua personel Polisi meraih prestasi di SEA Games

      Persipura Jayapura menang lawan Persela Lamongan 2-0

      Persipura Jayapura menang lawan Persela Lamongan 2-0

      PSSI Papua Pegunungan menetapkan tiga klub baru di kongres tahunan

      PSSI Papua Pegunungan menetapkan tiga klub baru di kongres tahunan

      Menko Polkam serahkan sarana olahraga kepada DPD KNPI Papua Pegunungan

      Menko Polkam serahkan sarana olahraga kepada DPD KNPI Papua Pegunungan

      Persipura Jayapura kalahkan Persipal FC Palu dengan skor telak 3-0

      Persipura Jayapura kalahkan Persipal FC Palu dengan skor telak 3-0

  • Hukum
    • Ditreskrimsus Polda Papua mengamankan sebanyak Rp 46 miliar uang negara

      Ditreskrimsus Polda Papua mengamankan sebanyak Rp 46 miliar uang negara

      Polres Jayawijaya sebut 34 personel Polisi terima rapor kenaikan pangkat

      Polres Jayawijaya sebut 34 personel Polisi terima rapor kenaikan pangkat

      Polda Papua mensiagakan 2.583 personel amankan malam pergantian tahun 2025

      Polda Papua mensiagakan 2.583 personel amankan malam pergantian tahun 2025

      BNN Papua merehabilitasi 96 klien penyalahgunaan narkoba pada 2025

      BNN Papua merehabilitasi 96 klien penyalahgunaan narkoba pada 2025

      Gubernur Papua Fakhiri mengajak warga lepas tahun tanpa perayaan besar

      Gubernur Papua Fakhiri mengajak warga lepas tahun tanpa perayaan besar

  • Politik
    • Koramil 1702-01 Jayawijaya mendorong ketahanan pangan warga Wamena dengan gelar GPM

      Koramil 1702-01 Jayawijaya mendorong ketahanan pangan warga Wamena dengan gelar GPM

      10 anggota DPR Papua periode 2024-2029 jalur pengangkatan OAP resmi dilantik

      10 anggota DPR Papua periode 2024-2029 jalur pengangkatan OAP resmi dilantik

      Prajurit TNI Satgas Yonif 511/DY-warga Balingga gelar bakar batu sambut Tahun Baru

      Prajurit TNI Satgas Yonif 511/DY-warga Balingga gelar bakar batu sambut Tahun Baru

      Prajurit TNI Satgas Yonif 511/DY ajak warga Lanny Jaya doa bersama sambut 2026

      Prajurit TNI Satgas Yonif 511/DY ajak warga Lanny Jaya doa bersama sambut 2026

      Prajurit TNI Satgas Yonif 511/DY pastikan keamanan bakar batu di Mokoni Lanny Jaya

      Prajurit TNI Satgas Yonif 511/DY pastikan keamanan bakar batu di Mokoni Lanny Jaya

  • Otonomi Khusus
    • Pemprov Papua Tengah salurkan Rp22,9 miliar untuk mahasiswa 25 universitas

      Pemprov Papua Tengah salurkan Rp22,9 miliar untuk mahasiswa 25 universitas

      Pemkab Jayawijaya tetapkan Senin dan Kamis sebagai hari wajib gunakan Noken

      Pemkab Jayawijaya tetapkan Senin dan Kamis sebagai hari wajib gunakan Noken

      SPPG Jayawijaya pastikan penerima manfaat MBG mencapai 4.000 anak

      SPPG Jayawijaya pastikan penerima manfaat MBG mencapai 4.000 anak

      Kemendagri tekankan harmonisasi program jadi kunci percepatan pembangunan di Papua

      Kemendagri tekankan harmonisasi program jadi kunci percepatan pembangunan di Papua

      Pemkab Jayapura gelar lomba pohon Natal mendorong kreativitas warga

      Pemkab Jayapura gelar lomba pohon Natal mendorong kreativitas warga

  • Ekonomi
    • Wagub Aryoko Rumaropen ajak kepala daerah Papua terapkan pembayaran non-tunai digital

      Wagub Aryoko Rumaropen ajak kepala daerah Papua terapkan pembayaran non-tunai digital

      DPRP dorong sistem pembayaran retribusi secara digital di Papua

      DPRP dorong sistem pembayaran retribusi secara digital di Papua

      Pemprov Papua serahkan resmi aset senilai Rp329 miliar ke Pemerintah Papua Pegunungan

      Pemprov Papua serahkan resmi aset senilai Rp329 miliar ke Pemerintah Papua Pegunungan

      PT PLN targetkan bertahap melistriki 4.200 kampung di Tanah Papua

      PT PLN targetkan bertahap melistriki 4.200 kampung di Tanah Papua

      BPH Migas minta Pertamina perbanyak tangki timbun BBM dan Avtur di Papua

      BPH Migas minta Pertamina perbanyak tangki timbun BBM dan Avtur di Papua

  • Internasional
    • PLBN Skouw siap dukung operasional angkutan lintas batas RI-PNG

      PLBN Skouw siap dukung operasional angkutan lintas batas RI-PNG

      Konsulat RI: Produk asal Indonesia mulai marak dijual di Papua Nugini

      Konsulat RI: Produk asal Indonesia mulai marak dijual di Papua Nugini

      Lantamal X  Jayapura serahkan enam WNA PNG ke Imigrasi

      Lantamal X Jayapura serahkan enam WNA PNG ke Imigrasi

      Kedubes RI mendampingi proses hukum 35 nelayan di Port Moresby-PNG

      Kedubes RI mendampingi proses hukum 35 nelayan di Port Moresby-PNG

      Konsul RI Vanimo: Empat WNI dilaporkan ditahan di Penjara Daru PNG

      Konsul RI Vanimo: Empat WNI dilaporkan ditahan di Penjara Daru PNG

  • Artikel
    • \"Sempe\" budaya Papua yang terancam dalam lingkaran wadah plastik

      "Sempe" budaya Papua yang terancam dalam lingkaran wadah plastik

      Natal menjadi simbol persatuan di Papua Pegunungan

      Natal menjadi simbol persatuan di Papua Pegunungan

      Bantuan Natal dan tahun baru hingga ke pelosok kampung terjauh di Kabupaten Jayapura

      Bantuan Natal dan tahun baru hingga ke pelosok kampung terjauh di Kabupaten Jayapura

      Perusda Jayapura tangkap peluang ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis

      Perusda Jayapura tangkap peluang ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis

      Melayani anak-anak tak berdaya di Lembah Baliem Papua Pegunungan

      Melayani anak-anak tak berdaya di Lembah Baliem Papua Pegunungan

  • Foto
    • LKBN ANTARA latih foto untuk UMKM Bangka Belitung

      LKBN ANTARA latih foto untuk UMKM Bangka Belitung

      Agrowisata Stroberi Napua

      Agrowisata Stroberi Napua

      Bandar Udara Wamena

      Bandar Udara Wamena

      Digitalisasi di lingkungan sekolah

      Digitalisasi di lingkungan sekolah

      Antara Biro Papua bersilahturahmi dengan Pendam XVII/Cenderawasih

      Antara Biro Papua bersilahturahmi dengan Pendam XVII/Cenderawasih

  • Video
    • BNN Papua ungkap 15 kasus narkotika selama 2025

      BNN Papua ungkap 15 kasus narkotika selama 2025

      Kejati Papua catat realisasi PNBP 2025 lampaui target

      Kejati Papua catat realisasi PNBP 2025 lampaui target

      Jelang akhir tahun, warga Papua Nugini ramai-ramai lintasi PLBN Skouw

      Jelang akhir tahun, warga Papua Nugini ramai-ramai lintasi PLBN Skouw

      Pemprov Papua tuntaskan penyerahan aset untuk Papua Pegunungan

      Pemprov Papua tuntaskan penyerahan aset untuk Papua Pegunungan

      Buron dua bulan, pelaku pembunuhan guru di Yahukimo diamankan

      Buron dua bulan, pelaku pembunuhan guru di Yahukimo diamankan

Logo Header Antaranews papua

Tambang pasir besi Pronggo dan stigma "wawia"

Oleh : Pewarta: Jeremias Rahadat id Tambang pasir besi Pronggo dan stigma wawia Senin, 9 Januari 2017 15:19 WIB

Image Print
Tambang pasir besi Pronggo dan stigma "wawia"

Aktivitas penambangan pasir besi di Kampung Pronggo, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. (Foto: Antara Papua/Jeremias Rahadat)

Masyarakat selalu bertanya-tanya, kapan perusahaan ini memberikan manfaat kepada kami. Sudah bertahun-tahun mereka datang merusak alam kami, tapi masyarakat tidak merasakan manfaat sedikitpun.

Bertahun-tahun masyarakat Kampung Pronggo, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua terbiasa mendengar deru mesin-mesin alat berat yang digunakan PT Megantara mengeruk pasir besi di wilayah tersebut.

Tepatnya, sejak 2013, warga Pronggo yang sebelumnya hanya mendengar kebisingan suara mesin perahu motor tempel dan generator listrik, kini semakin akrab dengan mesin-mesin peralatan tambang.

Saban hari, mereka terus menyaksikan sejumlah kapal besar berlabuh di bibir pantai Pronggo. Kehadiran kapal-kapal tersebut semakin marak seiring dengan mulai dieksploitasinya potensi mineral besi di Pronggo.

Keheranan warga Pronggo semakin bertambah, taatkala perusahaan pengelola tambang pasir besi juga mendatangkan puluhan orang asal "Negeri Tirai Bambu".

Orang-orang yang disebutkan berkulit putih, berambut lurus dan bermata sipit itu sangat kontras dengan perawakan orang-orang sekampung mereka atau warga Suku Kamoro pada umumnya yang berkulit hitam dan berambut keriting.

Lebih ironis lagi, "orang-orang pendatang baru" itu sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia. Mereka sama sekali tidak pernah melakukan kontak sosial dengan masyarakat setempat karena terkendala bahasa.

Kontak sosial dengan "orang-orang pendatang baru" tersebut dengan warga setempat praktis hanya bisa menggunakan bahasa isyarat.

Satu hal yang pasti, kehadiran kapal-kapal dan "orang-orang pendatang baru" itu membuat suasana dan situasi Kampung Pronggo yang dulunya sunyi senyap kini semakin heboh.

Apalagi pihak perusahaan mengerahkan sejumlah alat berat seperti exavator, loader dan lainnya untuk menyedot pasir-pasir besi dari bibir pantai kampung mereka.

Bahkan tak jarang, keberadaan alat-alat berat itu menggali material pasir besi tak jauh dari rumah penduduk.

Kondisi itu membuat pemandangan Kampung Pronggo tidak lagi seindah dulu dengan hamparan pasir putih pantainya yang sangat menakjubkan.

Di sana-sini terlihat lubang-lubang bekas galian. Belum lagi tumpukan-tumpukan material pasir menyerupai bukit-bukit di sekitar kampung yang sejatinya berada di kawasan dataran rendah itu membuat Pronggo benar-benar terlihat berbeda dari sebelumnya.

Merusak Warisan
Kehadiran PT Megantara dengan berbagai kecanggihan teknologinya dalam mengeksploitasi tambang pasir besi di Pronggo itu bukannya tanpa reaksi penolakan oleh warga setempat.

Hal itu tercermin dari pernyataan Kepala Kampung Pronggo Matheus Atapea.

"Masyarakat selalu bertanya-tanya, kapan perusahaan ini memberikan manfaat kepada kami. Sudah bertahun-tahun mereka datang merusak alam kami, tapi masyarakat tidak merasakan manfaat sedikitpun," tutur Matheus.

Lelaki paruh baya itu bahkan khawatir aktivitas pertambangan pasir besi Pronggo itu nantinya bakal memicu konflik sosial antarwarga setempat. Sebab warga Pronggo kini terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama setuju dengan adanya aktivitas pertambangan pasir besi karena dapat mengangkat derajat kesejahteraan warga setempat.

Namun kelompok lainnya justru tidak setuju lantaran eksploitasi pasir besi di Pronggo berdampak buruk bagi lingkungan sekitar, bahkan hanya membawa mala petaka bagi warga setempat di kemudian hari. Ekspolitasi tambang pasir besi Pronggo itu juga dinilai merusak warisan kekayaan alam Pronggo yang ditinggalkan nenek moyang mereka.

"Konflik tidak saja terjadi antarwarga Pronggo sendiri, tetapi juga warga dengan pekerja asing. Kasus seperti itu sudah terjadi beberapa kali," kata Matheus.

Guna meminimalisasi terjadinya konflik tersebut, dalam beberapa tahun terakhir di lokasi itu sudah hadir sejumlah aparat kepolisian. Namun kehadiran aparat kemanan yang selalu menenteng senjata laras panjang tersebut justru membuat warga setempat semakin cemas dan was-was.

Mantan Kapolres Mimika AKBP Yustanto Mudjiharso saat kunjungan kerja ke Pronggo beberapa waktu lalu mengajak warga stempat senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan. Yustanto yang kini sudah dimutasikan ke Polda Papua saat itu meminta warga Pronggo membantu aparat menjaga keamanan.

Namun imbauan tersebut tidak serta-merta menjamin bahwa konflik antarwarga Pronggo maupun konflikantarwarga Pronggo dengan pekerja asing tidak akan terjadi lagi.

Selama warga setempat belum memperoleh manfaat nyata dari kehadiran perusahaan yang mengeruk habis kekayaan alam mereka maka potensi keributan masih tetap terbuka lebar.

Lembaga Adat Tolak
Kehadiran PT Megantara dalam melakukan eksploitasi tambang pasir besi di Pronggo tersebut rupanya mendapat penolakan dari Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (LEMASKO).

Wakil Ketua LEMASKO Marianus Maknaipeku mengatakan eksploitasi pasir besi di Pronggo hanya akan membawa kerugian bagi warga Suku Kamoro yaitu rusaknya sumber daya alam.

"Sudah lama kami menolak perusahaan tambang pasir besi di Pronggo itu. Hanya saja sampai sekarang Pemkab Mimika seperti menutup mata dengan suara-suara penolakan dari masyarakat," kata Marianus.

Hal senada disampaikan anggota Komisi I DPR-Papua Mathea Mameyao. Mathea yang merupakan warga asli Suku Kamoro itu mendesak pemerintah segera menutup total semua aktivitas pertambangan pasir besi di Kampung Pronggo lantaran usaha itu tidak memberi keuntungan bagi masyarakat, tetapi hanya kepada pengusaha dan pihak-pihak tertentu saja.

Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang juga menyatakan kecewa terhadap PT Megantara yang dinilainya hanya mengejar keuntungan tapi tidak berbuat sesuatu untuk kehidupan masyarakat setempat.

"Masa` perusahaan sebesar ini beroperasi di Pronggo, tapi untuk bangun gedung sekolah saja tidak bisa," ujar Bassang saat bertatap muka dengan masyarakat Pronggo beberapa waktu lalu.

Hingga kini SD YPPK Pronggo hanya memiliki tiga ruang kelas. Padahal jumlah rombongan belajar di sekolah itu sebanyak enam rombongan belajar (kelas 1-6).

Melihat masifnya eksploitasi tambang pasir besi di Pronggo, menurut Bassang, sudah seharusnya kehidupan warga Pronggo jauh lebih sejahtera dibanding saat perusahaan belum hadir di kampung mereka.

Kepala Dinas Koperasi dan Ekonomi Kreatif Pemkab Mimika Cherly Lumenta mengakui hingga kini warga Pronggo belum mendapatkan manfaat dari usaha pertambangan pasir besi karena PT Megantara belum mengantongi izin ekspor dari Pemerintah Pusat.

Menurut dia, mineral pasir besi yang dikelola oleh PT Megantara hingga kini belum pernah diekspor ke mancanegara.

Banyak kalangan menduga aktivitas penambangan pasir besi di Pronggo hanyalah modus yang digunakan pihak perusahaan. Sesungguhnya yang mereka incar adalah potensi mineral emas yang cukup kaya di Pronggo dan kampung-kampung sekitar itu seperti Jera dan lainnya.

Selama ini, warga setempat banyak mendapatkan butiran emas dari sungai-sungai di sekitar Kampung Pronggo dengan melakukan pengolahan secara tradisional.

Stigma Wawia
Terlepas dari berbagai pro-kontra soal usaha pertambangan pasir besi di Pronggo itu, namun bagi Paramokani, salah seorang tokoh masyarakat Pronggo, warganya kini tidak lagi dipandang sebelah mata oleh orang Mimika pada umumnya.

Paramokani mengisahkan, dulu nenek moyang orang Pronggo selalu diberi stigma sebagai "Orang Wawia" (orang yang tidak memiliki dusun sagu) oleh warga Mimika lainnya.

Kondisi vegetasi hutan di Kampung Pronggo memang tidak seperti kampung-kampung di wilayah pesisir Mimika lainnya yang kaya akan hutan sagu. Sagu merupakan makanan pokok Suku Kamoro yang bermukim di sepanjang wilayah pesisir Mimika dan suku-suku pesisir Papua lainnya.

Bagi orang Pronggo, sebutan sebagai "Orang Wawia" yang disematkan pada diri mereka itu sangat memilukan hati.

"Di wilayah ini memang tidak ada dusun sagu karena sagu tidak tumbuh di sini. Orang-orang Mimika di wilayah lain sering menyebut kami dengan kata wawia," tuturnya.

Kehadiran perusahaan tambang pasir besi di Pronggo, katanya, sekaligus ingin mematahkan stigma "Orang Wawia" yang seolah-olah tidak memiliki potensi sumber daya alam yang dibanggakan di kampungnya.

"Kami ingin menunjukkan kepada orang Mimika yang lain bahwa kami orang Pronggo juga memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan. Kami punya potensi alam yang luar biasa yaitu pasir besi, emas, hutan, ikan, udang, karaka (kepiting) dan lainnya yang bisa menghidupi anak cucu kami," ujar Paramokani.

Bagaimana menjembatani kepentingan masyarakat Pronggo yang membutuhkan peningkatan kesejahteraan dari potensi kekayaan sumber daya alam yang mereka miliki dengan kepentingan perusahaan untuk mencari keuntungan dari eksploitasi tambang pasir besi dan dampaknya terhadap kelangsungan eksosistem lingkungan dan masa depan warga setempat.

Hal tersebut tentu menjadi perhatian serius bagi Pemkab Mimika maupun pihak-pihak terkait lainnya dalam mengambil kebijakan terhadap permasalahan ini. (*)


Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
  • facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • pinterest
Cetak

Berita Terkait

Gempa 5,1 SR guncang Jayapura Papua

Gempa 5,1 SR guncang Jayapura Papua

Selasa, 9 Desember 2014 0:02

  • Terpopuler
  • Top News
Pemprov Papua Tengah salurkan Rp22,9 miliar untuk mahasiswa 25 universitas

Pemprov Papua Tengah salurkan Rp22,9 miliar untuk mahasiswa 25 universitas

Kapolresta Kombes Fedrickus: kasus curanmor-curi-curas meningkat di Kota Jayapura

Kapolresta Kombes Fedrickus: kasus curanmor-curi-curas meningkat di Kota Jayapura

Gubernur Fakhiri minta TNI-Polri terus mencari korban kapal cepat di Yapen

Gubernur Fakhiri minta TNI-Polri terus mencari korban kapal cepat di Yapen

Kapolda Papua apresiasi dua personel Polisi meraih prestasi di SEA Games

Kapolda Papua apresiasi dua personel Polisi meraih prestasi di SEA Games

Prajurit TNI Satgas Yonif 511/DY ajak warga Lanny Jaya doa bersama sambut 2026

Prajurit TNI Satgas Yonif 511/DY ajak warga Lanny Jaya doa bersama sambut 2026

Video

BNN Papua ungkap 15 kasus narkotika selama 2025

BNN Papua ungkap 15 kasus narkotika selama 2025

Logo Footer Antaranews papua
papua.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Home
  • Terkini
  • Top News
  • Terpopuler
  • Nusantara
  • Nasional
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Hukum
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Otonomi Khusus
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Artikel
  • Foto
  • Video
  • Artikel
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA
  • Home
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Hukum
  • Politik
  • Otonomi Khusus
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Artikel
  • Foto
  • Video