Logo Header Antaranews Papua

Pemkab Asmat akan bangun swalayan 'Bangga Papua' di sejumlah distrik

Senin, 28 Januari 2019 19:00 WIB
Image Print
Bupati Asmat Elisa Kambu meninjau swalayan Bangga Papua di Distrik Suator, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. (Dokumen Humas Pemkab Asmat/Eman)
Kita akan bekerja sama dengan pedagang lokal untuk menghadirkan swalayan Bangga Papua di Atsy, Pantai Kasuari dan Sawa Erma

Asmat (ANTARA News Papua) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat, Provinsi Papua, akan membangun swalayan ‘Bangga Papua’ di sejumlah distrik di Asmat, guna memudahkan penerima program pemerintah mengakses berbagai kebutuhan anak dan keluarga.

Hal itu disampaikan Bupati Asmat Elisa Kambu saat mengunjungi swalayan Bangga Papua di Kampung Binam, Distrik Suator, Kabupaten Asmat pada Senin (28/1).

Dalam kunjungannya itu, Bupati Elisa Kambu didampingi Kepala Sekber Bangga Papua Asmat Hallason Frans Sinurat, Wakapolres Asmat Kompol Mursalim dan pejabat lainnya.

Bupati Asmat Elisa Kambu mengatakan bahwa setelah menghadirkan swalayan Bangga Papua di Distrik Agats dan Suator, pihaknya akan membangun swalayan serupa di Distrik Atsy, Pantai Kasuari dan Sawa Erma.

“Kita akan bekerja sama dengan pedagang lokal untuk menghadirkan swalayan Bangga Papua di Atsy, Pantai Kasuari dan Sawa Erma,” kata Elisa di Suator.

Ia mengharapkan agar para pedagang di sejumlah distrik tersebut dapat bekerja sama dengan pemerintah setempat, terutama untuk memasok kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau.

“Dengan adanya swalayan ini, masyarakat penerima program Bangun Generasi dan Keluarga Sejahtera Papua atau Bangga Papua bisa membeli kebutuhan anak-anak, seperti susu, kacang ijo, telur dan lain-lain,” katanya.

Elisa menambahkan bahwa dengan menghadirkan swalayan Bangga Papua di sejumlah distrik, warga tidak perlu lagi ke Agats, ibu kota Kabupaten Asmat untuk membeli berbagai kebutuhan keluarga mereka.

“Ya karena sudah bisa dijangkau di setiap distrik, tentunya kita harapkan pedagang menjual barang dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat. Nanti manajemen swalayannya akan disesuaikan dengan kondisi di distrik,” ujarnya.

Untuk diketahui, program Bangga Papua merupakan program perlindungan sosial dari pemerintah provinsi yang dibiayai dana Otonomi Khusus. Bantuan ini diperuntukkan kepada orang asli Papua dengan tujuan untuk meningkatkan gizi dan kesehatan anak. (*/adv)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026