Logo Header Antaranews Papua

Satgas Yonif 321/GT bimbing warga Nduga hidup sehat

Kamis, 27 Juni 2019 23:00 WIB
Image Print
Personel Yonif Raider (YR) 321/Galuh Taruna (GT) ajarkan seorang anak cuci tangan pakai sabun di Kampung Mbud, Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua. (Yonif 321/GT bimbing warga Nduga hidup sehat)
Dipimpin oleh Letda Ckm dr M Barkah, personel YR 321/GT aktif melaksanakan pelayanan dan pembinaan kesehatan terhadap rakyat di pedalaman Kabupaten Nduga

Jayapura (ANTARA) - Satgas Yonif Raider (YR) 321/Galuh Taruna (GT) mengajar dan membimbing warga di beberapa kampung Kabupaten Nduga, Provinsi Papua untuk hidup sehat.

Kepala penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi di Kota Jayapura, Kamis mengatakan YR 321/GT selain melaksanan tugas pengamanan pembangunan jalan transPapua khususnya pada pembangunan jembatan, juga mengajarkan warga setempat cara pola hidup yang sehat.

"Dipimpin oleh Letda Ckm dr M Barkah, personel YR 321/GT aktif melaksanakan pelayanan dan pembinaan kesehatan terhadap rakyat di pedalaman Kabupaten Nduga," katanya.

Di beberapa kampung di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, kata dia, personel Satgas YR 321/GT menyiapkan tempat atau wadah air bersih untuk masyarakat, karena secara umum mendapatkan air untuk dikomsumsi harus jauh ke sungai dan belum tentu bersih.

"Di samping itu anggota Satgas juga membimbing masyarakat terutama anak-anak untuk menjalani pola hidup sehat," ujarnya.

Ia mengatakan pola hidup seheta itu, seperti membiasakan mandi, cuci kaki dan tangan menggunakan sabun, gosok gigi dan lain-lain. Personel Satgas, lanjut dia, menyiapkan sabun cuci, pasta gigi, sikat gigi dan bahan lainnya yang digunakan sebagai media untuk menjelaskan kepada warga dan anak-anak tentang pentingnya pola hidup sehat, sekaligus barang-barang tersebut dibagikan kepada masyarakat.

"Hal yang sangat memperihatinkan bahwa rendahnya pemahaman warga tentang pola hidup sehat yang mengakibatkan sangat rentang terhadap wabah penyakit," katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan kebiasaan mandi tidak menjadi kebutuhan warga di pedalaman. Mereka mandi hanya apabila kebetulan kehujanan, atau harus menyeberangi sungai, dan itupun hanya sekedar membasahi badan tampa upaya membersihkan dengan menggunakan sabun.

"Demikian pula kebiasaan cuci tangan sebelum makan, hampir tidak pernah dilakukan. Dalam kesempatan tersebut selain menjelaskan tentang pentingnya air juga mengajak anak-anak di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga maupun di tempat-tempat lain untuk mencoba cuci tangan," katanya.

Cuci tangan 6 langkah, adalah cara yang dikenalkan oleh personel Satgas YR 321/GT, yang merupakan salah satu kampanye WHO untuk kebersihan diri berupa tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun untuk menjadi bersih dan memutuskan mata rantai kuman.

"Mencuci tangan dengan sabun dikenal juga sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit karena tangan seringkali menjadi media yang membawa kuman berpindah dari satu orang ke orang lain," katanya.

Aidi mengklaim bahwa kegiatan tersebut mendapat respon yang baik dari masyarakat, apalagi hal tersebut dipraktekan langsung untuk memberikan contoh.

Selain itu, Aidi kemukakan bahwa, kedekatan anggota Satgas YR 321/GT dengan anak-anak yang bersedia untuk diajari secara langsung dengan cara bermain untuk membersihkan tangan dengan air bersih yang sudah disiapkan menjadikan upaya mengajarkan pola hidup sehat lebih mudah.

"Diharapkan setelah pembangunan infrastruktur ini selesai maka warga setempat semakin tahu pola hidup sehat dan akan semakin mudah mendapatkan akses pelayanan kesehatan, pendidikan serta kesempatan untuk hidup layak guna mewujudkan keadilan sosial menyentuh sampai ke warga pedalaman," katanya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026