Logo Header Antaranews Papua

Tokoh: Tak ada pembakaran rumah penduduk di Paluga

Rabu, 19 Mei 2021 23:18 WIB
Image Print
Dokumentasi aktivitas jajaran TNI dan Tim Sagas Binmas Noken Polri dengan warga Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. ANTARA/HO-Satgas Humas Nemangkawi
Itu tidak benar, di sana tidak ada rumah yang dibakar seperti gambar yang beredar luas itu

Timika (ANTARA) - Tokoh agama sekaligus merangkap sebagai Kepala Suku Paluga, Evangelis Yohan Dewelek, di Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, membantah keras informasi yang menyebutkan ada pembakaran rumah penduduk dan gedung gereja di wilayah itu sebagaimana dimuat media propaganda kelompok bersenjata Papua.

Yohan menyebut, gambar-gambar pembakaran rumah penduduk dan gedung gereja di Kampung Paluga yang bertebaran di media online maupun media sosial itu informasi menyesatkan.

Ia menegaskan hal itu saat ditemui Wakil Kepala Satgas Humas Nemangkawi, AKBP DR Arief Fajar Satria, dan Pejabat Kepala Polres Puncak, Komisaris Polidi I Nyoman Punia, di Ilaga, Rabu.

"Itu tidak benar, di sana tidak ada rumah yang dibakar seperti gambar yang beredar luas itu," katanya.

Ia menambahkan, situasi di kampungnya saat ini cukup aman, tidak ada kontak tembak antara personel TNI dan polisi dengan kelompok bersenjata. "Apalagi kalau dikatakan militer Indonesia mengebom rumah-rumah penduduk di Paluga sehingga terbakar semua, itu sama sekali tidak benar," ujarnya.

Dewelek secara khusus mendatangi Markas Polres Puncak di Ilaga, Rabu, untuk memberikan laporan lengkap soal situasi yang sesungguhnya terjadi di Kampung Pulaga.

Tim Analis Satgas Nemangkawi telah menelusuri jejak digital terkait gambar-gambar yang beredar luas di jagad medsos dan media propaganda kelompok bersenjata itu.

Diketahui gambar-gambar itu sebelumnya pernah diunggah TPNPB pada 2 April 2019 dalam rangka kepentingan propaganda kelompok itu.

Kepala Satgas Humas Nemangkawi, Komisaris Besar Polisi Iqbal Alqudussy, mengharapkan media maupun masyarakat agar tidak menyebarkan informasi bohong, bernuansa provokatif yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sumber dan kredibilitasnya.



Pewarta :
Editor: Editor Papua
COPYRIGHT © ANTARA 2026