Logo Header Antaranews Papua

DKP Jayapura distribusi olahan ikan mendukung penanganan tengkes

Senin, 4 Agustus 2025 19:58 WIB
Image Print
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura Petrus Ohee (kedua kanan) menyerahkan bantuan olahan ikan dukung penanganan stunting di SD Lentera Harapan di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, pada, Senin (4/8/2025). (ANTARA/Agustina Estevani Janggo)

Sentani (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, mendistribusikan produk olahan ikan kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD) Lentera Harapan di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, sebagai bentuk dukungan terhadap program penanganan tengkes.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura Petrus Ohee di Sentani, Senin, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara sektor kelautan dan kesehatan dalam meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak, khususnya balita dan pelajar usia dini.

"Kami menyerahkan produk olahan perikanan berupa bakso ikan, abon ikan, dan sosis ikan yang berbahan dasar ikan segar dari nelayan lokal, ini mendukung konsumsi protein hewani yang sangat dibutuhkan dalam mencegah 'stunting'," katanya.

Menurut Petrus, produk olahan tersebut diserahkan kepada Kepala Puskesmas agar penggunaannya dapat disesuaikan dengan jadwal kegiatan Posyandu dan intervensi gizi lainnya di wilayah Kampung Nolokla.

"Keterlibatan DKP dalam program penanganan 'stunting' ini merupakan bentuk komitmen lintas sektor dalam percepatan penurunan angka 'stunting' di Kabupaten Jayapura sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto," ujar dia.

Ia mengatakan DKP sadar bahwa gizi anak tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi semua pihak termasuk DKP. "Karena itu, kami manfaatkan potensi perikanan sebagai sumber pangan bergizi yang mudah diakses masyarakat".

"Produk olahan ikan ini diproses secara higienis dan telah melalui pelatihan serta pendampingan oleh tenaga penyuluh perikanan kepada kelompok pengolah dan pemasaran hasil perikanan di wilayah Danau Sentani," katanya.

DKP berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi kampung-kampung lainnya dalam menginterpretasikan sumber daya lokal untuk mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat, khususnya pada anak usia dini, katanya.

"Kami akan evaluasi dampaknya bersama tim teknis dari puskesmas dan dinas kesehatan, jika hasilnya positif maka pola ini akan kami kembangkan ke distrik lainnya," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026