Jayapura, Papua (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan perekonomian Provinsi Papua pada triwulan II 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 3,55 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Kepala BPS Papua Adriana Helena Calolina di Jayapura, Papua, Selasa, mengatakan pertumbuhan terjadi di hampir seluruh lapangan usaha, kecuali konstruksi serta jasa keuangan dan asuransi, yang mengalami kontraksi masing-masing sebesar 1,46 persen dan 0,12 persen.
"Pertumbuhan tertinggi dialami lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 8,74 persen," katanya.
Menurut Adriana, pada lapangan usaha realestat sebesar 5,81 persen, serta lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 5,51 persen.
Menurut dia, perekonomian Provinsi Papua berdasarkan besaran produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II 2025 mencapai Rp22.394,80 miliar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp13.261,73 miliar," ujarnya.
Dia menjelaskan berdasarkan struktur PDRB Provinsi Papua menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan II 2025 masih didominasi oleh lapangan usaha konstruksi sebesar 18,93 persen, lalu lapangan usaha perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 16,10 persen.
"Kemudian, pada lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 14,47 persen serta lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 12,75 persen," katanya.
Dia menambahkan bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua, tertinggi berasal dari lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 1,15 persen, lalu lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 0,67 persen.
"Serta, lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 0,60 persen," ujarnya.

