Logo Header Antaranews Papua

BPS mencatat Ekonomi di Papua tumbuh 4,21 persen pada Triwulan III 2025

Rabu, 5 November 2025 21:42 WIB
Image Print
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau pasar ikan tradisonal Hamadi di Kota Jayapura, Papua pada beberapa waktu lalu. (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Papua pada triwulan III 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 4,21 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).

Kepala BPS Provinsi Papua Adiriana Helena Carolina di Jayapura, Rabu, mengatakan pertumbuhan tersebut berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku nilai ekonomi Papua mencapai Rp22.707,36 miliar, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 tercatat Rp13.452,46 miliar.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha real estat (kategori L) dengan kenaikan 8,26 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 7,51 persen," katanya.

Menurut Adriana, jika dilihat juga secara triwulan (quarter to quarter), ekonomi Papua juga tumbuh sebesar 1,44 persen dibanding triwulan II-2025.

"Di mana lapangan usaha jasa perusahaan atau kategori MN menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 6,80 persen," ujarnya.

Dia menjelaskan sedangkan dari sisi pengeluaran, pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) mencatat kenaikan signifikan sebesar 17,11 persen.

"Sementara itu, secara kumulatif ekonomi Papua tumbuh 3,89 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi terjadi pada lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib atau kategori O sebesar 7,50 persen," katanya lagi.

Dia menambahkan kemudian dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa juga mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 4,15 persen.

"Sehingga struktur ekonomi Papua pada triwulan III-2025 didominasi oleh lapangan usaha konstruksi atau kategori F dengan kontribusi sebesar 19,00 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, porsi terbesar masih berasal dari pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) yang mencapai 54,69 persen," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026