
Tokoh Adat Yalimo minta masyarakat tidak terprovokasi dan jaga kamtibmas

Wamena (ANTARA) - Tokoh Adat Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, Musa Yare meminta masyarakat tak terprovokasi oleh isu yang tidak bertanggung jawab serta tetap menjaja situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami sangat prihatin atas situasi yang terjadi di Kabupaten Yalimo yang dinilainya telah menimbulkan kerugian besar, baik secara materiil maupun sosial. Kami berharap agar peristiwa serupa tidak menyebar ke kabupaten lain,” kata Tokoh Adat Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan Musa Yare dalam keterangan tertulis di Wamena, Selasa.
Menurut dia, peristiwa yang terjadi di Kabupaten Yalimo sangat disayangkan.
“Saya sebagai tokoh adat dan kepala suku sangat berharap agar situasi di Yalimo segera membaik dan kondusifitas dapat kembali terjaga," ujarnya.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama dengan aparat keamanan, baik dari TNI maupun Polri serta pemerintah daerah guna menciptakan kembali suasana yang aman dan damai.
"Saya meminta kepada seluruh masyarakat khususnya warga Yalimo yang berada di Kabupaten Jayawijaya untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari kejadian ini. Mari kita bersama-sama menahan diri, tidak terpengaruh oleh provokasi maupun isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan justru memperkeruh keadaan," katanya.
Menurut dia, perdamaian dan persatuan merupakan pondasi utama dalam membangun Papua yang lebih baik.
Muasa berharap semua pihak dapat mengedepankan dialog dan pendekatan yang damai dalam menyelesaikan permasalahan di tanah Papua khususnya wilayah Papua Pegunungan
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
