
Balai Bahasa: Pelestarian bahasa Papua melibatkan teknologi digital

Jayapura (ANTARA) - Balai Bahasa Provinsi Papua menilai upaya pelestarian bahasa daerah perlu dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital.
Kepala Balai Bahasa Papua Valentina Lovina Tanate di Jayapura, Rabu, mengatakan saat ini pihaknya melibatkan duta bahasa dalam mengenalkan bahasa daerah melalui pembuatan konten.
"Dari teknologi informasi ini kami berupaya memotivasi penerus bangsa agar menjaga bahasa daerah dengan menjadi generasi muda yang kreatif dan inovatif," katanya.
Menurut Tanate, pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pelindungan bahasa daerah di Tanah Papua, sebab ada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2014 tentang Sistem Pendidikan dalam Pendidikan Nasional menjadi dasar revitalisasi bahasa.
"Dan di Papua didukung oleh Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) Nomor 16 Tahun 2008 tentang Perlindungan dan Pembinaan Kebudayaan Asli Papua, sebagai regulasi pelindungan bahasa daerah dan menjadi pedoman yang komprehensif untuk melestarikan serta menjaga kelangsungan hidup bahasa daerah agar tidak punah," ujarnya.
Dia menjelaskan Balai Bahasa Provinsi Papua terus menjalin kerja dengan pemerintah daerah setempat untuk bagaimana melestarikan bahasa daerah.
"Salah satu upaya dari kolaborasi itu adalah dilaksanakan Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kota Jayapura yang berlangsung pada 18 September 2025," katanya lagi.
Dia menambahkan, hasil dari pemetaan yang dilakukan Balai Bahasa Papua membuktikan bahwa Tanah Papua memiliki 428 bahasa daerah yang meliputi Provinsi Papua 151 bahasa daerah, Papua Barat 53 bahasa daerah, dan Papua Selatan 94 bahasa.
Kemudian Papua Tengah memiliki 28 bahasa daerah, Papua Pegunungan 52 bahasa, dan Papua Barat Daya memiliki 50 bahasa daerah.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
