Jayapura (ANTARA) - Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Amrin Ibrahim mengatakan program manunggal air sangat dinanti masyarakat di Kampung Sinak, Distrik Kimi, Kabupaten Nabire, yang saat ini sudah bisa mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Masyarakat tidak perlu lagi membawa air bersih dari jauh karena saat ini sudah tersedia di dekat rumahnya," kata Pangdam di Nabire, Jumat.
Selain melaksanakan program manunggal air, di lokasi tersebut juga dilaksanakan program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dengan memperbaiki dua rumah warga.
Program tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat Papua, walaupun untuk program RTLH baru menyasar dua rumah yang diperbaiki.
"Mudah-mudahan program tersebut terus berlanjut sehingga makin banyak rumah warga yang direnovasi hingga layak huni serta ketersediaan air bersih untuk warga," kata Amrin Ibrahim.
Saat meninjau pelaksanaan kedua program di Kampung Sinak, Pangdam berpesan kepada warga untuk ikut serta menjaga keamanan dan kedamaian di sekitarnya kampungnya karena hal itu akan menjadi kunci keberlanjutan pembangunan.
"Apabila kedamaian dapat terjaga maka kehidupan masyarakat akan menjadi lebih sejahtera dan berkualitas," kata Amrin seraya menambahkan masyarakat Kampung Sinak memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama generasi mudanya yang cerdas dan bersemangat.
Ia juga menimpali, "Saya berharap generasi muda yang ada di Kampung Sinak dapat menggali potensi yang dimiliki hingga kelak ada yang menjadi pemimpin."
Kepala Kampung Lanny Jaya Tuweni Murib menyampaikan terima kasih kepada Pangdam XVII/Cenderawasih beserta jajaran atas kepedulian yang telah diberikan kepada masyarakatnya.
Bantuan rehabilitasi rumah ini adalah wujud nyata kasih dan perhatian TNI kepada rakyat sehingga menjadi motivasi bagi warga untuk terus bersinergi menjaga keamanan dan membangun kampung tercinta.
"Terima kasih para prajurit yang telah melaksanakan perbaikan rumah warga dan menyediakan air bersih untuk kami," kata Tuweni Murib.

