Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus mendorong optimalisasi potensi pertanian daerah yang sejalan dengan arah kebijakan nasional untuk memperluas swasembada pangan.
"Pemprov Papua Tengah juga secara konsisten menjadikan sektor pangan sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan," kata Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Rabu.
Menurut Nawipa, pihaknya menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan nasional di sektor pangan serta memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan daerah.
Dia menjelaskan dalam pidatonya saat panen raya dan pengumuman swasembada pangan nasional di Jakarta, Rabu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan pilar utama kedaulatan bangsa agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor pangan dari negara lain.
"Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, kementerian dan lembaga, hingga dukungan TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas produksi, distribusi, dan pengamanan pangan nasional," ujarnya.
Dia menambahkan selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya keberpihakan kepada petani melalui kebijakan strategis, antara lain kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah, penyederhanaan regulasi pupuk, peningkatan alokasi pupuk bersubsidi, serta pemberantasan mafia pangan dan praktik korupsi di sektor pertanian.
Pemerintah Indonesia secara resmi menyampaikan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan, khususnya beras, lebih cepat dari target yang ditetapkan yakni hanya dalam waktu satu tahun dari target awal empat tahun. Pencapaian ini dikonfirmasi melalui data resmi pemerintah dan Badan Pusat Statistik (BPS), dengan produksi beras nasional mencapai 34,71 juta ton, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

