Logo Header Antaranews Papua

Pemkot Jayapura ajukan bantuan pembangunan rusun ke Kementerian PKP

Sabtu, 7 Februari 2026 06:01 WIB
Image Print
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (kiri) foto bersama Wali Kota Jayapura Abisai Rollo. ANTARA/HO-Humas Pemkot Jayapura

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua mengajukan bantuan pembangunan rumah susun (Rusun) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

"Kami sudah bertemu dengan Menteri PKP dan membahas permohonan bantuan pembiayaan pembangunan rusun bagi MBR, pembangunan rumah layak huni serta Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Jayapura," kata Wali Kota Jayapura Abisai Rollo di Jayapura, Jumat.

Menurut Rollo, pihaknya berharap dukungan pendanaan dari pemerintah pusat untuk meningkatkan akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di daerah ini.

"Usulan program mencakup pembangunan rusun, penyediaan rumah layak huni, penyediaan bahan bangunan, serta penguatan sarana dan prasarana pendukung perumahan bagi MBR," ujarnya

Dia menjelaskan, seluruh dokumen permohonan bantuan telah masukkan ke dalam sistem aplikasi resmi pemerintah pusat sehingga diharapkan Pemkot Jayapura bisa mendapatkan bantuan.

"Kota Jayapura merupakan miniatur keberagaman Indonesia sehingga bantuan perumahan diharapkan dapat menyasar seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan," katanya lagi.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan pemerintah pusat dalam menjalankan berbagai program perumahan untuk nasional bersumber dari APBN, termasuk perumahan subsidi, penanganan kawasan kumuh, Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, serta program bedah rumah.

"Pembangunan harus dilakukan dengan hati dan profesional agar hasilnya bersifat jangka panjang dan benar-benar dapat dinikmati masyarakat Papua untuk waktu yang lama," katanya.

Dia menambahkan pihaknya menyambut baik usulan dari Pemkot Jayapura terkait bantuan pembangunan rusun sehingga pihaknya menekankan pentingnya pengawasan lapangan dan keberlanjutan program agar kawasan yang telah diperbaiki tidak kembali menjadi kumuh dalam beberapa tahun ke depan.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026