Logo Header Antaranews Papua

Pemprov Papua Tengah jamin pemerataan layanan bagi anak berkebutuhan khusus

Kamis, 19 Februari 2026 19:56 WIB
Image Print
Ketua Yayasan Matahari Difabel Centre Nabire Maria Yeti bersama anak-anak berkebutuhan khusus yang dilayani di yayasan tersebut, Sabtu (7/2/2026). ANTARA/Ali Nur Ichsan

Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menjamin pemerataan layanan bagi anak berkebutuhan khusus atau difabel melalui dukungan terhadap keberadaan pusat layanan terapi gratis di wilayah tersebut.

Pejabat Dinas Kesehatan Papua Tengah Budiono di Nabire, Sabtu, mengatakan kehadiran pusat layanan anak berkebutuhan khusus menjadi simbol kehadiran negara melalui lembaga sosial dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan kesehatan dan pendidikan yang layak.

“Kehadiran pusat layanan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, mendapatkan hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan,” kata Budiono.

Ia menjelaskan, dengan adanya pusat layanan terapi anak berkebutuhan khusus maka masyarakat tidak perlu lagi mencari layanan terapi ke luar daerah.

Selain itu, tempat tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi orang tua dalam memahami pola pengasuhan yang tepat bagi anak, sekaligus menciptakan lingkungan yang ramah dan menghargai keberagaman kemampuan anak

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan akan terus mendukung pengembangan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang inklusif guna mewujudkan masyarakat Papua Tengah yang adil, setara, dan bermartabat.

“Pemprov Papua Tengah berkomitmen untuk memberikan kemudahan dalam memberikan izin operasional karena fasilitas tersebut telah menjadi harapan banyak keluarga di Papua Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Matahari Difabel Centre Nabire Maria Yeti, mengatakan pendirian pusat layanan tersebut dilatarbelakangi keterbatasan akses layanan terapi gratis bagi anak difabel dan masyarakat di Nabire.

Ia menyebutkan banyak anak membutuhkan terapi namun terkendala biaya dan jarak, sehingga pihak yayasan selama ini mendatangkan terapis dari berbagai daerah untuk memberikan layanan terapi secara gratis.

“Pusat layanan ini kami harapkan menjadi tempat pendampingan kesehatan dan terapi yang mudah diakses, sekaligus memberi harapan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarga mereka tanpa harus mencari layanan ke luar daerah,” katanya.

Ia menambahkan, yayasan yang telah bergerak lebih dari 15 tahun dalam pendampingan anak difabel tersebut terus berupaya menghadirkan layanan yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga kesehatan dan pemulihan anak secara menyeluruh.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026