
Telkomsel Papua dorong layanan digital lewat "MyTelkomsel Basic"

Jayapura (ANTARA) - Telkomsel terus mendorong layanan digital yang inklusif bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur dengan memperkenalkan aplikasi "MyTelkomsel Basic" kepada masyarakat di Papua.
General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Maluku dan Papua, Fajri Adi Firmansyah di Jayapura Jumat mengatakan aplikasi MyTelkomsel Basic dirancang sebagai alternatif yang lebih ringan dari aplikasi MyTelkomsel sehingga dapat digunakan oleh pelanggan dengan perangkat berkapasitas memori terbatas.
"Pada aplikasi tersebut memiliki ukuran di bawah 10 megabyte sehingga lebih ramah bagi perangkat kelas menengah ke bawah yang banyak digunakan masyarakat di wilayah Papua dan Maluku," katanya.
Menurut Fajri, tidak semua pelanggan di wilayah Papua menggunakan perangkat dengan memori besar.
"Karena itu kami ingin pelanggan lebih mengenal dan mencoba MyTelkomsel Basic di Papua agar siapa pun dapat mengakses layanan digital dengan mudah dan tanpa hambatan perangkat,” ujarnya.
Dia menjelaskan MyTelkomsel Basic menghadirkan sejumlah kemudahan bagi pelanggan, di antaranya proses login menggunakan one time password (OTP), pembelian paket data tanpa perlu menghafal kode layanan UMB, serta fitur pencarian cepat untuk menemukan paket yang sesuai kebutuhan pelanggan.
"Selain itu, aplikasi tersebut juga menawarkan berbagai pilihan paket dengan harga yang lebih terjangkau sehingga pelanggan dapat menikmati layanan Telkomsel secara lebih fleksibel dan efisien," katanya lagi.
Dia menambahkan oleh sebab itu kehadiran MyTelkomsel Basic diharapkan dapat memperluas akses layanan digital sekaligus mendorong literasi digital masyarakat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan komunikasi pada periode Ramadan dan Idul Fitri.
"Melalui inovasi layanan digital ini, Telkomsel berupaya memastikan seluruh pelanggan, termasuk di wilayah Papua dan Maluku, dapat merasakan pengalaman layanan telekomunikasi yang mudah diakses, aman, dan inklusif," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
