Logo Header Antaranews Papua

Karantina Papua tolak 14 ton daging ayam asal Surabaya yang tercemar mikroba

Rabu, 11 Maret 2026 07:54 WIB
Image Print
Petugas Karantina saat menemukan 14 ton daging ayam tidak layak edar bertempat Pelabuhan Jayapura,Kota Jayapura, Papua. ANTARA/HO-Karantina Hewan Papua

Jayapura (ANTARA) - Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua menolak pemasukan 14 ton daging ayam asal Surabaya di Pelabuhan Jayapura karena terbukti sudah tercemar mikroba yang melampaui ambang batas aman.

Pelaksana Tugas Kepala Karantia Papua Krisna Dwiharniati di Jayapura, Selasa, mengatakan penolakan tersebut merupakan langkah tegas pemerintah untuk melindungi masyarakat dari potensi penyakit bawaan pangan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

"Temuan itu bermula saat petugas karantina melakukan pengawasan dan pemeriksaan rutin terhadap komoditas yang masuk menggunakan kapal kargo pada 28 Februari," katanya.

Menurut Krisna, secara administratif daging ayam tersebut telah dilengkapi sertifikat karantina dari daerah asal dan dinyatakan lengkap serta sah.

“Namun saat petugas melakukan pemeriksaan fisik di lapangan, ditemukan ketidaksesuaian kondisi pada komoditas tersebut. Daging ayam ditemukan dalam keadaan mencair, bertekstur lembek, dan mengeluarkan aroma menyengat yang tidak normal,” ujarnya.

Dia menjelaskan setelah temuan tersebut, petugas segera melakukan tindakan penahanan komoditas serta pengambilan sampel untuk diuji di laboratorium sesuai ketentuan dalam Undang-Undang nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

"Dan hasil pengujian Laboratorium Karantina Papua menunjukkan Total Plate Count (TPC) atau total cemaran mikroba pada daging ayam tersebut berada di atas Nilai Ambang Batas (NAB) yang dipersyaratkan dalam SNI 7388:2009 tentang batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan," katanya lagi.

Dia menambahkan berdasarkan hasil uji tersebut, sebanyak 14 ton daging ayam langsung ditolak dan dikembalikan ke daerah asal keberangkatan.

“Kami tidak akan bertoleransi terhadap komoditas yang membahayakan kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan instansi kepabeanan, otoritas pelabuhan, aparat keamanan, serta pelaku usaha guna memastikan kepatuhan terhadap kewajiban lapor karantina dan meningkatkan pengawasan komoditas yang masuk ke wilayah Papua," ujarnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Karantina Papua tolak 14 ton daging ayam asal Surabaya



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026