Logo Header Antaranews Papua

Pemprov Papua Selatan lakukan penanganan gizi buruk terutama bagi balita

Rabu, 11 Maret 2026 11:05 WIB
Image Print
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Selatan Agustinus Joko Guritno. ANTARA/HO-Humas Pemprov Papua Selatan

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan melakukan penanganan gizi buruk terutama bagi balita di daerah ini melalui orientasi tata laksana dan sosialisasi standar produk pangan terapi gizi bagi balita gizi buruk.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Selatan Agustinus Joko Guritno dalam siaran pers yang diterima di Jayapura, Rabu, mengatakan pihaknya menilai kegiatan orientasi tersebut penting bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memberikan pelayanan di bidang gizi dan kesehatan bagi masyarakat.

"Untuk menangani gizi buruk perlu perhatian ekstra kepada masyarakat yang mengalami gizi buruk," katanya.

Dia memberikan apresiasi kepada Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura dan United Nations Children's Fund (UNICEF) yang sudah melaksanakan kegiatan sosialisasi standar produk pangan terapi gizi bagi balita gizi buruk di wilayah tersebut.

"Kegiatan ini membantu pemerintah dalam meningkatkan gizi bagi masyarakat. Berbicara tentang gizi berarti ada hubungan dengan stunting," ujarnya.

Dia menjelaskan penanganan stunting menjadi isu prioritas nasional sehingga diperlukan kolaborasi antara pemerintah dengan lembaga kesehatan, instansi terkait termasuk peran aktif dari masyarakat.

Dia menambahkan, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlatar belakang pendidikan kesehatan dan gizi diharapkan untuk berbagi pengalaman kepada masyarakat agar mereka memanfaatkan sumber daya alam baik ikan, sagu, maupun buah-buahan guna meningkatkan gizi bagi balita.

"Selain itu, kami juga mengingatkan kepada masyarakat khususnya yang tinggal di kampung supaya pola makan perlu diperhatikan," katanya.

Dia mengatakan pihaknya juga terus memberikan penyuluhan bagi masyarakat tentang pola hidup teratur dan bersih, serta menjaga kesehatan.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026