Logo Header Antaranews Papua

Gubernur Papua minta sistem rujukan rumah sakit terintegrasi

Rabu, 1 April 2026 18:40 WIB
Image Print
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri saat melakukan rapat secara daring dengan Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan Wakil Menteri Kesehatan membahas layanan kesehatan khususnya RSUD Jayapura dan RSUD Yowari bertempat Kota Jayapura, Papua, Selasa (31/3). (ANTARA/HO- Pemprov Papua)

Jayapura (ANTARA) - Gubernur Papua Matius D. Fakhiri meminta sistem rujukan antarrumah sakit di wilayah Papua dapat terintegrasi, guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Pada Selasa (31/3) kami telah melakukan rapat secara daring dengan pemerintah pusat dalam rangka membahas layanan kesehatan khususnya RSUD Jayapura dan RSUD Yowari," katanya di Jayapura, Rabu.

Menurut Mathius, integrasi sistem rujukan sangat penting guna menghindari penumpukan pasien di satu fasilitas kesehatan, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), serta memastikan pasien mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

"Sehingga rumah sakit bisa saling terhubung dalam sistem rujukan antarrumah sakit, seperti RS Abepura dan RS Dok II Jayapura, dengan begitu pasien bisa segera dialihkan ke fasilitas yang masih memiliki kapasitas layanan," ujarnya.

Dia menjelaskan kondisi penumpukan pasien yang terjadi di sejumlah rumah sakit menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang baik antarrumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta.

"Penerapan sistem rujukan terintegrasi juga harus didukung dengan ketersediaan data kapasitas tempat tidur secara realtime agar proses distribusi pasien dapat berjalan efektif," katanya.

Dia menambahkan selain itu juga pihaknya mendorong peningkatan pelayanan kesehatan melalui penerapan sistem layanan satu atap di rumah sakit, agar masyarakat tidak kesulitan dalam mengurus administrasi saat mendapatkan layanan medis.

"Pelayanan kepada masyarakat harus dipermudah jangan sampai pasien atau keluarga kebingungan dalam mengurus administrasi saat kondisi darurat," ujarnya.

Dia menjelaskan dengan adanya sistem rujukan yang terintegrasi, pelayanan kesehatan di Papua dapat menjadi lebih merata dan optimal di seluruh wilayah.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026