Logo Header Antaranews Papua

Pemprov Papua minta guru aktif dampingi siswa agar raih beasiswa "Adik"

Rabu, 1 April 2026 21:25 WIB
Image Print
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Marthen Medlama. ANTARA/Qadri Pratiwi

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pendidikan setempat meminta guru lebih aktif dalam mendampingi para siswa agar mampu meraih beasiswa program Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik) yang disediakan pemerintah pusat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Marthen Medlama di Jayapura, Rabu, mengatakan peran guru penting dalam meningkatkan kesiapan akademik siswa, khususnya dalam memenuhi standar nilai yang menjadi syarat utama seleksi program tersebut.

"Kuota bagi siswa Papua cukup tersedia hanya saja tingkat kelulusan masih belum optimal karena banyak siswa belum mampu mencapai nilai minimum yang ditetapkan, yakni rata-rata 75," katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar para guru harus lebih aktif membimbing siswa, terutama dalam meningkatkan kemampuan akademik sejak dini.

"Ini penting agar para siswa bisa bersaing dan memenuhi syarat beasiswa Adik,” ujarnya.

Dia menjelaskan program Adik merupakan bentuk afirmasi pemerintah bagi putra dan putri Papua untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia. Hanya saja, proses seleksi tetap mengedepankan aspek kompetensi akademik.

"Selain peran guru kami juga menekankan pentingnya dukungan orang tua dalam mengarahkan anak-anak mereka agar lebih fokus belajar dan memiliki target pendidikan yang jelas," katanya.

Pihaknya akan terus mendorong sosialisasi program Adik ke sekolah-sekolah serta berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar informasi terkait mekanisme pendaftaran dan persyaratan dapat dipahami dengan baik oleh siswa.

"Kami berharap, dengan sinergi antara guru, orang tua, dan pemerintah maka semakin banyak siswa Papua yang mampu memanfaatkan peluang beasiswa tersebut untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi pembangunan daerah," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026