
Pemprov Papua Pegunungan dorong reboisasi kawasan hutan pada 2026

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan mendorong program reboisasi kawasan hutan di daerah setempat pada tahun 2026.
Wakil Gubernur (Wagub) Papua Pegunungan Ones Pahabol di Wamena, Senin, mengatakan langkah konkrit yang harus dilakukan dalam menyelamatkan kawasan hutan adalah dengan reboisasi atau penanaman kembali.
“Reboisasi ini sangat penting supaya hutan gundul, tandus dan telah rusak ditanami pohon kembali agar menghidupkan harapan baru bagi makhluk hidup baik manusia, hewan dan pohon di Papua Pegunungan,” katanya.
Menurut dia, program reboisasi memerlukan dukungan anggaran yang besar sehingga membutuhkan dukungan pemerintah pusat untuk membantu.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri, apalagi keuangan daerah yang mendapat efisiensi, maka program reboisasi dapat berjalan saat ada dukungan langsung dari pemerintah pusat melalui kebijakan dan anggaran supaya kawasan hutan di Papua Pegunungan yang rusak dapat kembali ditanam pepohonan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, reboisasi merupakan upaya penanaman kembali hutan yang gundul, tandus, atau rusak akibat penebangan maupun bencana alam, bertujuan mengembalikan fungsi ekologis hutan.
“Kegiatan ini fokus memulihkan ekosistem dengan menanam pohon asli pada area hutan yang telah rusak. Kami membutuhkan campur tangan pemerintah pusat untuk mewujudkan program ini,” katanya.
Dia meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan dan Pertanahan (DLHKP) Papua Pegunungan untuk selalu aktif berkomunikasi dengan Kementerian Kehutanan RI terkait dukungan reboisasi kawasan hutan di sini.
“Kami harap pimpinan DLHKP bisa berkomunikasi dan berkoordinasi melalui proposal permintaan dukungan pusat dalam program penyelamatan kawasan hutan yang rusak di Papua Pegunungan. Hutan Papua Pegunungan merupakan harapan dalam menyaring gas karbon rumah kaca, karena kelestariannya masih terjaga,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
