Jakarta (ANTARA) - Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan, wisata, dan pergerakan ekonomi di Indonesia. Ribuan mahasiswa dari berbagai daerah datang setiap tahun ke Yogyakarta, Solo, Semarang, Purwokerto, hingga Tegal untuk menempuh pendidikan, bekerja, maupun menjalankan aktivitas usaha. Di saat yang sama, arus wisata dan perjalanan antarkota di wilayah tersebut juga terus tumbuh seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025, Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 74,70%, tertinggi di Indonesia dan jauh di atas rata-rata nasional. Sementara Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan konsentrasi perguruan tinggi terbesar di Indonesia yang tersebar di kota-kota seperti Semarang, Surakarta, Purwokerto, dan Salatiga. Kondisi tersebut membentuk mobilitas antarkota yang sangat dinamis, mulai dari mahasiswa, pekerja, wisatawan, hingga pelaku usaha.
Di tengah tingginya mobilitas tersebut, KA Joglosemarkerto berkembang menjadi salah satu layanan kereta api yang memiliki peran strategis dalam menghubungkan kota-kota utama di Jawa Tengah dan DIY. Selama Januari–April 2026, KA Joglosemarkerto melayani 458.938 pelanggan atau meningkat 11,41% dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 411.931 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan pelanggan KA Joglosemarkerto menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan antarkota di Jawa Tengah dan DIY semakin tinggi, terutama pada sektor pendidikan, wisata, dan ekonomi yang saling terhubung.
“KA Joglosemarkerto memiliki pola perjalanan yang unik karena menghubungkan banyak kota dalam satu lintasan melingkar. Mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien karena pelanggan dapat bepergian antarkota tanpa perlu berganti kereta, baik untuk pendidikan, pekerjaan, wisata, maupun aktivitas ekonomi lainnya,” ujar Anne Purba.
Selama Januari–April 2026, dua nomor perjalanan dengan pelanggan tertinggi yaitu KA 187 relasi Solo Balapan–Semarang Tawang–Tegal–Purwokerto–Solo Balapan–Semarang Tawang yang melayani 168.971 pelanggan, serta KA 193 relasi Solo Balapan–Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang–Solo Balapan sebanyak 160.401 pelanggan. Tingginya volume pelanggan tersebut menunjukkan kuatnya konektivitas di lintas Solo, Semarang, Tegal, dan Purwokerto yang menjadi pusat aktivitas masyarakat di Jawa Tengah.
KAI melihat pola perjalanan pelanggan KA Joglosemarkerto saat ini semakin beragam. Banyak pelanggan memanfaatkan layanan ini untuk perjalanan pendidikan menuju Yogyakarta dan Solo yang dikenal sebagai kota pelajar, sementara sebagian lainnya menggunakan kereta untuk aktivitas bisnis dan perdagangan menuju Semarang, Pekalongan, Tegal, hingga Purwokerto. Pola tersebut membuat perjalanan kereta api menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas masyarakat di berbagai sektor.
Selain pendidikan dan ekonomi, rute KA Joglosemarkerto juga terhubung langsung dengan banyak destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah dan DIY. Dari Yogyakarta, pelanggan dapat mengakses kawasan Malioboro, Keraton Yogyakarta, dan Candi Prambanan. Di Solo terdapat Keraton Surakarta, Pura Mangkunegaran, hingga Kampung Batik Laweyan. Sementara Semarang memiliki Kota Lama, Lawang Sewu, dan kawasan wisata sejarah yang terus berkembang.
Perjalanan kemudian tersambung menuju wilayah pantura seperti Pekalongan yang dikenal sebagai kota batik, Tegal dengan wisata kuliner dan perdagangan regionalnya, hingga Purwokerto yang menjadi pintu menuju kawasan wisata Baturraden dan lereng Gunung Slamet. Konektivitas tersebut membuat KA Joglosemarkerto memiliki fungsi yang lebih luas dibanding layanan transportasi biasa karena ikut menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan wisata di Jawa Tengah.
Menurut data BPS Tahun 2025, Jawa Tengah mencatat lebih dari 58 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2024, sedangkan Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai lebih dari 9 juta kunjungan wisatawan. Tingginya angka perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan transportasi antarkota yang aman, efisien, dan terjangkau terus meningkat dari tahun ke tahun.
Sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2018, KA Joglosemarkerto berkembang menjadi salah satu layanan dengan pola konektivitas terpanjang dan paling unik di Pulau Jawa. Rute memutar yang dimiliki kereta api ini membuat masyarakat dapat menjangkau banyak kota dalam satu perjalanan, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal di berbagai titik pemberhentian seperti kuliner, transportasi lanjutan, penginapan, hingga UMKM sekitar stasiun.
Anne menambahkan, pertumbuhan pelanggan KA Joglosemarkerto menunjukkan bahwa transportasi berbasis rel semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan antarkota.
“Kereta api kini menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat yang semakin dinamis. KA Joglosemarkerto memperlihatkan bagaimana konektivitas transportasi dapat memperkuat akses pendidikan, mendukung pertumbuhan wisata daerah, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di sepanjang lintas Jawa Tengah dan DIY,” tutup Anne.
Pewarta : PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2026
