Distan Papua kembangkan budidaya ubi jalar di pegunungan tengah
Jumat, 29 Mei 2015 13:01 WIB
Ilustrasi uji jalar hasil budidaya petani (Foto: Antara News)
Jayapura (Antara Papua) - Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua, hingga kini terus berupaya mengembangkan ubi jalar di pegunungan tengah, Provinsi Papua.
Pejabat Dinas Seksi Umbi-Umbian dan Sagu Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua, Hendrikus B Kawer di Jayapura, mengatakan, hampir semua daratan di Papua terdapat ubi jalar, terutama di wilayah pegunungan tengah, sehingga pihaknya terus berupaya untuk membudidayakan tanaman tersebut.
"Di Yahukimo, Distrik Tama, mereka produksi ubi jalar banyak dan besar-besar tanpa pupuk. Itu sekitar 20 ton per hektare," katanya.
Kini daerah yang menjadi fokus pengembangan ubi jalar yaitu daerah pegunungan tengah seperti, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Deyai, Pegunungan Bintang, Mapi, dan Bovendigul.
Kemudian, Kabupaten Merauke, Timika, Keerom, Nabire, Tolikara, dan Intan Jaya, lokasi-lokasi tersebut merupakan kelompok yang dibina oleh Distan.
"Untuk penggembangan memang fokus kita ke daerah-daerah tersebut untuk ketahanan pangan saja, sebagian persen untuk dikonsumsi dan sebagian untuk dijual," ujarnya.
Ia menambahkan, dana yang dialokasikan untuk pengembangan ubi jalar itu berasal dari APBN dan APBD. (*)
Pejabat Dinas Seksi Umbi-Umbian dan Sagu Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua, Hendrikus B Kawer di Jayapura, mengatakan, hampir semua daratan di Papua terdapat ubi jalar, terutama di wilayah pegunungan tengah, sehingga pihaknya terus berupaya untuk membudidayakan tanaman tersebut.
"Di Yahukimo, Distrik Tama, mereka produksi ubi jalar banyak dan besar-besar tanpa pupuk. Itu sekitar 20 ton per hektare," katanya.
Kini daerah yang menjadi fokus pengembangan ubi jalar yaitu daerah pegunungan tengah seperti, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Deyai, Pegunungan Bintang, Mapi, dan Bovendigul.
Kemudian, Kabupaten Merauke, Timika, Keerom, Nabire, Tolikara, dan Intan Jaya, lokasi-lokasi tersebut merupakan kelompok yang dibina oleh Distan.
"Untuk penggembangan memang fokus kita ke daerah-daerah tersebut untuk ketahanan pangan saja, sebagian persen untuk dikonsumsi dan sebagian untuk dijual," ujarnya.
Ia menambahkan, dana yang dialokasikan untuk pengembangan ubi jalar itu berasal dari APBN dan APBD. (*)
Pewarta : Pewarta: Feronike Rumere
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BPJS Kesehatan Jayapura catat klaim JKN sebesar Rp235 M hingga Februari 2026
18 April 2026 19:44 WIB