Kapal klinik terapung LPMAK tiba di Timika
Sabtu, 26 September 2015 11:45 WIB
Klinik terapung LPMAK. (Foto: Antara Papua/Evarianus Supar)
Timika (Antara Papua) - Kapal klinik terapung milik Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), Timika, Papua Jumat (25/9) petang tiba di Pelabuhan Paumako, setelah berlayar dari Gresik, Jawa Timur.
Setelah kapal yang diberi nama Mamena (dari bahasa Kamoro yang berarti ikan hiu) masuk kawasan Pelabuhan Transit LPMAK di Jembatan Paumako II, sejumlah lelaki Suku Kamoro dari kelompok tari Kampung Kamoro Jaya-SP1 menyambut dengan tarian seka dengan alunan bunyi tifa.
Wakil Sekretaris Eksekutif LPMAK Bidang Pendukung Kris Ukago kepada Antara di Timika, Sabtu, mengatakan pengadaan kapal klinik terapung bertujuan untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di kampung-kampung pesisir Mimika.
"Tujuan utamanya itu karena memang perlu ada sentuhan yang lebih jauh lagi untuk masyarakat di kampung-kampung pesisir. Mungkin selama ini masih ada kampung-kampung yang jauh belum terlayani karena keterbatasan petugas, maka dengan fasilitas ini diharapkan lebih mendekatkan pelayanan ke masyarakat," ujarnya.
Kapal klinik terapung tersebut akan segera diresmikan bersamaan dengan peresmian sejumlah fasilitas yang dibangun oleh LPMAK seperti pabrik pengolahan tepung sagu di Kekwa, Pelabuhan Transit Paumako, Multi Purpose Community Centre, Klinik Kesehatan Franke Mollen Agimuga dan lainnya.
"Kami masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk segera meresmikan beroperasinya berbagai fasilitas yang telah dibangun LPMAK, termasuk kapal klinik terapung. Setelah peresmian, kapal klinik terapung akan melakukan pelayanan perdana di kampung sekitar," jelas Kris.
Nahkoda kapal klinik terapung, Suhardi mengatakan pelayaran kapal tersebut memakan waktu cukup lama dari Gresik.
"Kami harus singgah di beberapa tempat untuk mengisi bahan bakar. Kalau kondisi cuaca di laut sedang gelombang tinggi, kami tidak berani berlayar mengingat kapal ini dilengkapi dengan berbagai peralatan medis yang sangat mahal," jelasnya.
Kapal klinik terapung tersebut menyinggahi sejumlah pelabuhan seperti Banyuwangi, Sumbawa, Sape, Labuan Bajo, Maumere, Alor, Saumlaki, Dobo hingga tiba di Pelabuhan Paumako Timika pada Jumat (25/9) petang sekitar pukul 17.00 WIT.
"Kami keluar dari Pelabuhan Dobo sekitar pukul 06.45 WIT. Di tengah perjalanan kondisi gelombang cukup tinggi mencapai 2,5 meter-3 meter. Selama perjalanan tidak ada peralatan yang rusak, cuma genset yang mengalami kerusakan," ujar Suhardi.
Kepala Biro Kesehatan LPMAK Yusuf Nugroho mengatakan kapal klinik terapung tersebut memiliki panjang 17 meter dan lebar delapan meter dilengkapi dengan kamar bedah, ruang tunggu pasien, poliklinik, ruang opname, ruang obat dan ruang dokter.
Fasilitas lain yang tersedia yaitu peralatan USG dan dopler, peralatan pemeriksaan jantung, peralatan pemeriksaan kimia darah, mikroskop dan lainnya.
Kapal klinik terapung tersebut dirakit di galangan kapal PT Indo Raya Gresik, Jawa Timur.
Kapal ini berbahan aluminium atau logam putih perak ringan yang seluruh materialnya didatangkan dari Australia.
Kapal klinik terapung tersebut tidak menggunakan baling-baling tetapi memakai jet air disesuaikan dengan kondisi perairan di wilayah pesisir Mimika yang sangat bergantung pada kondisi pasang surut. (*)
Setelah kapal yang diberi nama Mamena (dari bahasa Kamoro yang berarti ikan hiu) masuk kawasan Pelabuhan Transit LPMAK di Jembatan Paumako II, sejumlah lelaki Suku Kamoro dari kelompok tari Kampung Kamoro Jaya-SP1 menyambut dengan tarian seka dengan alunan bunyi tifa.
Wakil Sekretaris Eksekutif LPMAK Bidang Pendukung Kris Ukago kepada Antara di Timika, Sabtu, mengatakan pengadaan kapal klinik terapung bertujuan untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di kampung-kampung pesisir Mimika.
"Tujuan utamanya itu karena memang perlu ada sentuhan yang lebih jauh lagi untuk masyarakat di kampung-kampung pesisir. Mungkin selama ini masih ada kampung-kampung yang jauh belum terlayani karena keterbatasan petugas, maka dengan fasilitas ini diharapkan lebih mendekatkan pelayanan ke masyarakat," ujarnya.
Kapal klinik terapung tersebut akan segera diresmikan bersamaan dengan peresmian sejumlah fasilitas yang dibangun oleh LPMAK seperti pabrik pengolahan tepung sagu di Kekwa, Pelabuhan Transit Paumako, Multi Purpose Community Centre, Klinik Kesehatan Franke Mollen Agimuga dan lainnya.
"Kami masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk segera meresmikan beroperasinya berbagai fasilitas yang telah dibangun LPMAK, termasuk kapal klinik terapung. Setelah peresmian, kapal klinik terapung akan melakukan pelayanan perdana di kampung sekitar," jelas Kris.
Nahkoda kapal klinik terapung, Suhardi mengatakan pelayaran kapal tersebut memakan waktu cukup lama dari Gresik.
"Kami harus singgah di beberapa tempat untuk mengisi bahan bakar. Kalau kondisi cuaca di laut sedang gelombang tinggi, kami tidak berani berlayar mengingat kapal ini dilengkapi dengan berbagai peralatan medis yang sangat mahal," jelasnya.
Kapal klinik terapung tersebut menyinggahi sejumlah pelabuhan seperti Banyuwangi, Sumbawa, Sape, Labuan Bajo, Maumere, Alor, Saumlaki, Dobo hingga tiba di Pelabuhan Paumako Timika pada Jumat (25/9) petang sekitar pukul 17.00 WIT.
"Kami keluar dari Pelabuhan Dobo sekitar pukul 06.45 WIT. Di tengah perjalanan kondisi gelombang cukup tinggi mencapai 2,5 meter-3 meter. Selama perjalanan tidak ada peralatan yang rusak, cuma genset yang mengalami kerusakan," ujar Suhardi.
Kepala Biro Kesehatan LPMAK Yusuf Nugroho mengatakan kapal klinik terapung tersebut memiliki panjang 17 meter dan lebar delapan meter dilengkapi dengan kamar bedah, ruang tunggu pasien, poliklinik, ruang opname, ruang obat dan ruang dokter.
Fasilitas lain yang tersedia yaitu peralatan USG dan dopler, peralatan pemeriksaan jantung, peralatan pemeriksaan kimia darah, mikroskop dan lainnya.
Kapal klinik terapung tersebut dirakit di galangan kapal PT Indo Raya Gresik, Jawa Timur.
Kapal ini berbahan aluminium atau logam putih perak ringan yang seluruh materialnya didatangkan dari Australia.
Kapal klinik terapung tersebut tidak menggunakan baling-baling tetapi memakai jet air disesuaikan dengan kondisi perairan di wilayah pesisir Mimika yang sangat bergantung pada kondisi pasang surut. (*)
Pewarta : Pewarta: Evarianus Supar
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satuan Polair Polres Mimika dan Puskesmas Mapurujaya buka klinik terapung
08 February 2025 12:16 WIB, 2025
Dinkes Papua Tengah mendorong klinik di Naberi kerja sama BPJS Kesehatan
07 September 2023 2:09 WIB, 2023
BPJS Kesehatan Papua jalin MoU dengan Klinik Siloam jangkau DBTFMS
04 September 2023 17:42 WIB, 2023
BPJS Kesehatan pastikan mutu pelayanan klinik Freeport berjalan optimal
14 April 2023 10:25 WIB, 2023
RSUD Biak sediakan pelayanan klinik bayi tabung pertama di Tanah Papua
15 March 2023 17:43 WIB, 2023
Masyarakat Biak manfaatkan layanan vaksinasi di klinik polres setempat
23 March 2022 15:10 WIB, 2022
Terpopuler - Otonomi Khusus
Lihat Juga
Pemkot Jayapura minta kelurahan aktif imbau warga jaga lingkungan dari sampah
31 January 2026 11:51 WIB
Pemkab Jayapura pastikan pelaksanaan Festival Danau Sentani pada Agustus 2026
28 January 2026 6:23 WIB