Warga dua kampung di Jayawijaya saling serang
Rabu, 6 Juni 2018 16:19 WIB
Aparat TNI yang dikirim ke lokasi untuk membantu kepolisian mengatasi konflik antarwarga di Jayawijaya. (Rabu, (6/6) (Foto: Antaranews Papua/Marius Frisson Yewun)
Wamena (Antaranews Papua) - Sejumlah warga dua kampung di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua saling menyerang dengan senjata tradisional seperti panah dan busur, serta parang dan tombak, pada Rabu.
Informasi yang dihimpun Antara, aksi saling serang itu dilakukan warga warga Kampung Wesakin dengan warga Kampung Welesi.
Di sepanjang permukiman warga di Wesakin, sejumlah pria terlihat memperiapkan diri dengan alat perang berupa jubi dan barang.
Awak media yang hendak menuju lokasi, disarankan oleh warga yang saling mengawasi untuk tidak menuju batas antarkampung dua kampung itu.
Sejumlah aparat kepolisian dikabarkan sudah berada di lokasi, namun setelah adanya bunyi tembakan dari aparat kepolisian, sejumlah personel langsung diarahkan dari mapolres untuk membantu.
Para pedagang yang berjualan di sepanjang jalan menuju Wesakin langsung menutup tempat jualan mereka dan mengungsi ke pusat kota.
Tak hanya itu, beberapa wanita dan anak-anak yang tinggal di Wesakin, langsung mengungsi.
Aparat kepolisian terlihat juga mengungsikan beberapa orang dengan mobil yang digunakan.
Hingga kini belum diketahui pasti berapa korban dan penyeban terjadinya aksi saling serang dan saling jaga yang dikabarkan terjadi tadi malam itu. (*)
Informasi yang dihimpun Antara, aksi saling serang itu dilakukan warga warga Kampung Wesakin dengan warga Kampung Welesi.
Di sepanjang permukiman warga di Wesakin, sejumlah pria terlihat memperiapkan diri dengan alat perang berupa jubi dan barang.
Awak media yang hendak menuju lokasi, disarankan oleh warga yang saling mengawasi untuk tidak menuju batas antarkampung dua kampung itu.
Sejumlah aparat kepolisian dikabarkan sudah berada di lokasi, namun setelah adanya bunyi tembakan dari aparat kepolisian, sejumlah personel langsung diarahkan dari mapolres untuk membantu.
Para pedagang yang berjualan di sepanjang jalan menuju Wesakin langsung menutup tempat jualan mereka dan mengungsi ke pusat kota.
Tak hanya itu, beberapa wanita dan anak-anak yang tinggal di Wesakin, langsung mengungsi.
Aparat kepolisian terlihat juga mengungsikan beberapa orang dengan mobil yang digunakan.
Hingga kini belum diketahui pasti berapa korban dan penyeban terjadinya aksi saling serang dan saling jaga yang dikabarkan terjadi tadi malam itu. (*)
Pewarta : Marius Frisson Yewun
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapendam XVII sebut dua pucuk senpi organik hilang saat insiden di Mile 50
13 February 2026 14:43 WIB
Badan Pertanahan Nasional/ATR Biak serahkan dua sertifikat hak pakai sekolah
18 December 2025 21:02 WIB
Kajari Hendra: Kejari Biak konsultasikan lelang dua kapal ikan ke Kejaksaan Agung
12 December 2025 16:11 WIB
Pemprov Papua siapkan dua lokasi pasar murah sambut Natal dan Tahun Baru 2026
12 November 2025 15:31 WIB
Pemkab Nduga salurkan bantuan Rp200 juta dua distrik terdampak banjir-tanah longsor
04 November 2025 15:54 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Satgas Yonif 511/DY salurkan paket bahan pokok kepada warga Tiom Lanny Jaya
13 February 2026 14:44 WIB
Kapendam XVII sebut dua pucuk senpi organik hilang saat insiden di Mile 50
13 February 2026 14:43 WIB
Satgas Damai Cartenz klaim pelaku penembakan pesawat Smart Air adalah KKB Kanibal Yahukimo
13 February 2026 14:40 WIB