Pertamina Maluku-Papua bantah isu kenaikan harga BBM
Rabu, 5 September 2018 17:34 WIB
Unit Manager Communication and CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua Eko Kristiawan. (Antaranews Papua/Dhias Suwandi)
Jayapura (Antaranews Papua) - Manajemen PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua membantah isu yang beredar di media sosial bahwa ada rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat.
"Sampai saat ini belum ada rencana kenaikan harga," ujar Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR VIII, Eko Kristiawan, di Jayapura, Rabu.
Eko mengimbau masyarakat jangan terpengaruh berita bohong yang kini beredar di media sosial.
Di WhatsApp, misalnya, beredar "hoaks" bahwa Rabu tengah malam ini harga premium naik menjadi Rp9.500, pertalite Rp11.000, dan pertamax Rp14.000/liter
Eko menjelaskan hingga kini tidak ada wacana dari Pertamina dan pemerintah untuk meninjau kembali harga BBM.
Menurut dia, Pertamina hingga kini masih beroperasi seperti biasa, dan menjaga ketahanan stok BBM dengan baik agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
"Tidak ada perubahan apapun, Pertamina masih menjalankan operasionalnya seperti biasa," kata dia.
Sementara itu, melalui rilis yang diterima Antara, Vice President Corporate Communication ?Pertamina, Adiatma Sardjito menegaskan Sebagai salah satu badan usaha hilir migas, Pertamina akan terus memantau kondisi nilai tukar rupiah.
Ia menyebut Pertamina akan melaporkan setiap perubahan harga BBM kepada Pemerintah melalui Menteri ESDM, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 34 tahun 2018 tentang perhitungan harga jual eceran BBM.
"Pertamina patuh pada aturan Pemerintah bahwa setiap penyesuaian harga harus dilaporkan dahulu," kata dia.
"Sampai saat ini belum ada rencana kenaikan harga," ujar Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR VIII, Eko Kristiawan, di Jayapura, Rabu.
Eko mengimbau masyarakat jangan terpengaruh berita bohong yang kini beredar di media sosial.
Di WhatsApp, misalnya, beredar "hoaks" bahwa Rabu tengah malam ini harga premium naik menjadi Rp9.500, pertalite Rp11.000, dan pertamax Rp14.000/liter
Eko menjelaskan hingga kini tidak ada wacana dari Pertamina dan pemerintah untuk meninjau kembali harga BBM.
Menurut dia, Pertamina hingga kini masih beroperasi seperti biasa, dan menjaga ketahanan stok BBM dengan baik agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
"Tidak ada perubahan apapun, Pertamina masih menjalankan operasionalnya seperti biasa," kata dia.
Sementara itu, melalui rilis yang diterima Antara, Vice President Corporate Communication ?Pertamina, Adiatma Sardjito menegaskan Sebagai salah satu badan usaha hilir migas, Pertamina akan terus memantau kondisi nilai tukar rupiah.
Ia menyebut Pertamina akan melaporkan setiap perubahan harga BBM kepada Pemerintah melalui Menteri ESDM, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 34 tahun 2018 tentang perhitungan harga jual eceran BBM.
"Pertamina patuh pada aturan Pemerintah bahwa setiap penyesuaian harga harus dilaporkan dahulu," kata dia.
Pewarta : Dhias Suwandi
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT Pertamina berbagi kasih dengan 375 anak yatim HUT ke-68 Papua dan Maluku
15 December 2025 2:01 WIB
Pertamina Regional Papua Maluku gelar pelatihan digital marketing bagi UMKM
12 September 2025 23:14 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Gubernur Papua komitmen kembangkan Bandara Serui perkuat konektivitas transportasi
22 May 2026 9:46 WIB