Ketua DPRP: kami dukung tugas KPK, tapi kami punya privasi
Senin, 4 Februari 2019 19:10 WIB
Penyelidik KPK Muhamad Gilang Wicaksono ketika ditanyai oleh rombongan Pemprov dan DPR Papua (Dokumentasi Humas Pemprov Papua)
Jayapura (ANTARA News Papua) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Yunus Wonda menyatakan mendukung segala kebijakan dan tugas-tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberantas korupsi di seluruh Indonesia termasuk di Provinsi Papua.
"Kami sangat mendukung, hanya peristiwa Sabtu (2/2) ketika foto-foto kami diambil KPK, ini privasi, tentu kami bertanya alasan pengambilan gambar tersebut," katanya kepada Antara melalui telepon selularnya di Jayapura, Senin.
Menurut Yunus, dari peristiwa tersebut, jika terjadi sesuatu, itu merupakan suatu tindakan spontanitas karena merasa terganggu, namun pihaknya hendak meluruskan agar tidak banyak multi tafsir terkait dengan kejadian penganiayaan atau pemukulan terhadap anggota KPK.
"Kondisi anggota KPK ketika diantar ke Polda Metro Jaya dalam keadaan baik sekali, sangat baik bahkan ada foto terakhirnya, di mana terakhir keduanya duduk sama-sama," ujarnya.
Dia menjelaskan dirinya bersama dua anggota DPRP, Sekda Provinsi Papua, Asisten Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Papua, Ketua DPRD Kota Jayapura dan beberapa staf OPD Pemprov Papua yang mengantar dua orang anggota KPK tersebut ke Polda Metro Jaya.
"Kami antar ke Polda Metro Jaya hanya untuk memastikan apakah benar keduanya merupakan pegawai KPK, tidak ada muka memar atau berdarah, semua normal," katanya lagi.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah membeberkan kronologi terjadinya penyerangan terhadap dua penyidik tersebut.
Dia menyebut dua penyelidik KPK mendapat serangan penganiayaan di Hotel Borobudur pada Sabtu (2/2) malam.
"Kejadiannya menjelang tengah malam kemarin Sabtu, di Hotel Borobudur. Penyidik kami luka parah, robek dan patah tulang hidungnya, jadi harus dioperasi," kata Febri saat dikonfirmasi, Minggu (3/2).
"Kami sangat mendukung, hanya peristiwa Sabtu (2/2) ketika foto-foto kami diambil KPK, ini privasi, tentu kami bertanya alasan pengambilan gambar tersebut," katanya kepada Antara melalui telepon selularnya di Jayapura, Senin.
Menurut Yunus, dari peristiwa tersebut, jika terjadi sesuatu, itu merupakan suatu tindakan spontanitas karena merasa terganggu, namun pihaknya hendak meluruskan agar tidak banyak multi tafsir terkait dengan kejadian penganiayaan atau pemukulan terhadap anggota KPK.
"Kondisi anggota KPK ketika diantar ke Polda Metro Jaya dalam keadaan baik sekali, sangat baik bahkan ada foto terakhirnya, di mana terakhir keduanya duduk sama-sama," ujarnya.
Dia menjelaskan dirinya bersama dua anggota DPRP, Sekda Provinsi Papua, Asisten Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Papua, Ketua DPRD Kota Jayapura dan beberapa staf OPD Pemprov Papua yang mengantar dua orang anggota KPK tersebut ke Polda Metro Jaya.
"Kami antar ke Polda Metro Jaya hanya untuk memastikan apakah benar keduanya merupakan pegawai KPK, tidak ada muka memar atau berdarah, semua normal," katanya lagi.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah membeberkan kronologi terjadinya penyerangan terhadap dua penyidik tersebut.
Dia menyebut dua penyelidik KPK mendapat serangan penganiayaan di Hotel Borobudur pada Sabtu (2/2) malam.
"Kejadiannya menjelang tengah malam kemarin Sabtu, di Hotel Borobudur. Penyidik kami luka parah, robek dan patah tulang hidungnya, jadi harus dioperasi," kata Febri saat dikonfirmasi, Minggu (3/2).
Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
10 anggota DPR Papua periode 2024-2029 jalur pengangkatan OAP resmi dilantik
30 December 2025 15:47 WIB
DPRP umumkan pasangan Matius Fakhiri-Aryoko Gubernur dan Wakil Gubernur Papua
23 September 2025 10:52 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Satgas Yonif 511/DY salurkan paket bahan pokok kepada warga Tiom Lanny Jaya
13 February 2026 14:44 WIB
Kapendam XVII sebut dua pucuk senpi organik hilang saat insiden di Mile 50
13 February 2026 14:43 WIB
Satgas Damai Cartenz klaim pelaku penembakan pesawat Smart Air adalah KKB Kanibal Yahukimo
13 February 2026 14:40 WIB